Terkini Nasional
Tanggapi Kemunculan KITA sebagai Pro Pemerintah, Refly Harun: KAMI Enggak ada Urusan dengan KITA
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun memberikan tanggapan terkait munculnya Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA).
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun memberikan tanggapan terkait munculnya Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA).
Seperti yang diketahui, KITA belum lama ini dideklarasikan oleh para relawan Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin di Pilpres 2019 di Gedung Joeang, Jalan Menteng 31, Jakarta Pusat, Rabu (19/8/2020).
Munculnya KITA bisa dikatakan menyusul yang lebih dulu ada gerakan moral bernama Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).
Satu di antara deklarator KAMI adalah Refly Harun yang dideklarasikan di Tugu Proklamasi, Jakarta pada Selasa (18/8/2020).

• Sindiran Ruhut Sitompul kepada Refly Harun yang Gabung KAMI: Tak Punya Prestasi di Komisaris BUMN
Dilansir TribunWow.com, melihat kondisi tersebut, Refly Harun mengatakan bahwa tidak lantas membuat keduanya menjadi bertentangan atau sengaja dipertentangkan.
Karena keduanya tentunya mempunyai kedudukan yang bertolak belakang.
KITA bisa dikatakan pro atau pendukung pemerintah, sedangkan sebaliknya, KAMI merupakan oposisi dari pemerintah.
Namun dirinya hanya berharap keduanya sama-sama berjalan dengan visi dan misi baiknya masing-masing.
"Kenapa kita mau pertentangkan, ya dua-duanya berjalan secara baik saja dengan visi dan misi masing-masing," ujar Refly Harun.
"Ya mudah-mudahan dua-duanya baik dan efektif," imbuhnya.
Menurutnya jika yang terjadi justru seperti itu, dibenturkan, maka disebutnya benar ada yang tidak beres di dalam pemerintahan.
Dirinya pun menyimpulkan bahwa pemerintahan sudah selayaknya bersifat otoriter.
Lantaran menyiptakan lawan untuk menentang yang menentang pemerintahan.
• Refly Harun Justru Singgung Sikap Erick Thohir saat Jawab Kritik Ruhut soal Kontribusinya di BUMN
"Lalu kenapa kita harus berbenturan? Justru kalau misalnya dibenturkan itu menunjukkan bahwa perilaku negara itu kayak negara otoriter, jadi negara otoriter itu kalau ada kelompok sipil yang kuat, maka dia akan ciptakan kelompok sipil lainnya agar saling berantem," ungkapnya.
Lebih lanjut, Refly Harun menegaskan bahwa gerakan KAMI tidak mempunyai urusan dengan KITA, melainkan urusannya adalah dengan pemerintah yang sedang berkuasa.