Terkini Nasional
Tanggapi Kemunculan KITA sebagai Pro Pemerintah, Refly Harun: KAMI Enggak ada Urusan dengan KITA
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun memberikan tanggapan terkait munculnya Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA).
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Oleh karenanya, ia berharap nantinya KITA justru menjadi penghalang tujuan dari KAMI yang sebelumnya sudah memberikan 8 poin tuntutan supaya dipenuhi oleh pemerintah.
"Kan KAMI enggak ada urusan dengan KITA. Silakan KITA mendeklasrasikan diri dengan visi dan misinya masing-masing dan tidak perlu saling menganggu," terangnya.
"Walaupun narasi-narasi yang diciptakan Kak Maman dalam dua kali bertemu saya, narasi yang menyudutkan, sama seperti Ruhut juga," kata Refly Harun.
"Karena yang kita address itu pemerintah, bukan kelompok KITA dan di situ semuanya menginginkan pemerintah penyelenggara negara itu menjalankan fungsinya sebaik-baiknya," pungkasnya.
• Ruhut Sitompul Sindir soal Dipecat dari Komisaris, Refly Harun: Jangan Asal Bunyi Bang, Enggak Enak
Simak videonya mulai menit ke- 14.57
Sindiran Ruhut Sitompul kepada Refly Harun yang Gabung KAMI
Pengacara Ruhut Sitompul memberikan sindiran keras kepada Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun.
Dilansir TribunWow.com, sindiran tersebut diberikan Ruhut Sitompul terkait sikap dari Refly Harun yang memilih bergabung bersama Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).
Hal itu disampaikan langsung oleh Ruhut Sitompul di melalui unggahan akun Twitter pribadinya, Sabtu (21/8/2020).

• Akhirnya Turun Gunung, Gatot Nurmantyo Merasa Sumpahnya Terusik dan Bentuk KAMI: Saya Punya Utang
Dalam kesempatan itu, Ruhut menyinggung soal keterlibatan Refly Harun di dalam pemerintahan ketika menjabat sebagai Komisaris Umum Pelindo I di bawah Kementerian BUMN.
Selain Refly Harun, Ruhut juga menyebut bahwa orang-orang yang bergabung dalam KAMI kebanyakan sudah pernah menjadi pejabat pemerintahan.
Dirinya lantas mempertanyakan peran atau kontribusi apa yang sudah diberikan untuk negara ketika masih menjabat.
Sebelum pada akhirnya saat ini mereka sudah mempunyai aliran yang berbeda, yakni menjadi kerap memberikan kritik terhadap jalannya pemerintahan.
"Saya mengerti karena kita ini tahu yang deklarasi di KAMI itu bukan orang yang tidak pernah diberi kesempatan," ujar Ruhut.
"Mereka pernah diberi kesempatan, tapi apa yang mereka lakukan?" ucapnya.