Terkini Nasional
Bahas Kejagung yang Terbakar, Haris Azhar Tiba-tiba Ditegur Antasari Azhar: Enggak Usah Provokasi
Kebakaran di Kejaksaan Agung menimbulkan banyak spekulasi di masyarakat. Hal itu menjadi perdebatan Haris dan Antasari.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Kebakaran di Kejaksaan Agung menimbulkan banyak spekulasi di masyarakat.
Pemerhati Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Haris Azhar menilai, spekulasi yang menyertai kasus kebakaran di gedung tersebut wajar terjadi.
Menurutnya, spekulasi yang banyak bertebaran adalah adanya penghilangan berkas.

• Soal Kejaksaan Agung yang Terbakar, Koordinator MAKI: Saya Berusaha Tidak Bocorkan Rahasia Negara
"Spekulasi politisnya bisa jadi upaya untuk wipe out, untuk membumi hanguskan bukti," kata Hariz seperti dikutip dari TalkShowtvOne pada Senin (24/8/2020).
Spekulasi yang lain adanya dendam dari orang tertentu karena perjanjiannya dengan Kejaksaan Agung tidak berjalan.
"Spekulasi di masyarakat mungkin juga adalah dendam, marah kepada kejaksaan ada peristiwa seperti ini."
"Orang-orang yang merasa punya kasus, Hengky Pengky, deal-dealannya enggak kejadian," ujar Hariz.
Hariz merasa wajar lantaran Kejaksaan Agung merupakan lembaga besar yang mengatasi masalah-masalah besar di Indonesia.
Sehingga, ia menuntut agar kasus ini diusut secara transparan.
"Dan ini bukan kriminal kecil, ini bukan adanya kejari, kejati tinggi ini levelnya kejaksaan agung dan gedung yang simbolnya itu."
"Jadi menurut saya spekulasi itu ada jadi kenapa kita harus nunggu kenapa? Kasus kasus kayak begini dibakar-dibakar gede-gede gini enggak pernah dibuka oleh masyarakat," jelasnya.
• Ramai Teori Konspirasi Seputar Kebakaran Kejagung, Boyamin Saiman: Tidak Ada Korelasinya
Lalu, Mantan Direktur Penyidikan Umum Kejagung, Antasari Azhar yang juga menjadi narasumber langsung menegur Hariz.
Ia meminta agar Hariz jangan memprovokasi masyarakat terkait kasus ini.
"Pak Haris Azhar selamat sore, Pak Hariz saya pikir enggak usahlah memprovokasi masyarakat ini sudah terjadi."
"Dan apa yang Anda sampaikan tadi tidak yakin itu terjadi," tegur Antasari.