Terkini Nasional
Ungkap Alasan Gabung KAMI di ILC, Said Didu Ngaku Sakit Hati: Saya Berteriak Sendiri Kurang Kencang
Sejumlah tokoh di Tanah Air belum lama ini sudah mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Sejumlah tokoh di Tanah Air belum lama ini sudah mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).
Di antaranya tokoh yang ikut mendeklarasikan KAMI di Lapangan Tugu Proklamasi adalah, Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu.
Termasuk ada juga Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, hingga pengamat politik Rocky Gerung.

• Di ILC, Said Didu Peringatkan Jokowi Ancaman Infrastruktur Trap: Kemungkinan akan Dijual ke Asing
Dilansir TribunWow.com, Said Didu mengatakan bergabung bersama KAMI bukan tanpa alasan.
Dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (18/8/2020), dirinya mengaku sakit hati melihat ancaman buruk yang kemungkinan akan menimpa Indonesia.
Khususnya ancaman dalam sektor keuangan di tengah krisis yang melanda dan diperparah dengan adanya pandemi Covid-19.
Hingga mengakibatkan pertumbuhan ekonomi yang mengalami minus, yakni minus 5,32 persen pada kuartal kedua.
"Saya ulangi lagi mari kita bicara dengan hati nurani yang bersih, jangan menganggap bahwa karena Said Didu ada di KAMI, Said Didu ada di luar, maka sakit hati," jelasnya.
"Saya sakit hati melihat angka-angka yang mengancam negaraku," ungkap Said Didu.
Namun dirinya menolak ketika ada anggapan bahwa alasan bergabungnya dengan KAMI karena sakit hati terlempar dari pemerintahan.
"Bukan sakit hati karena apa," tegasnya.
"Negaraku sedang terancam, tapi ada orang masih pura-pura bahagia."
• Dapat Bintang Mahaputra dan Tak Ikut KAMI, Fahri Hamzah Dapat Sindiran Peribahasa Karni Ilyas di ILC
Selain itu, Said Didu mengatakan ada alasan lain yang memantabkan dirinya gabung dalam KAMI.
Ia mengaku peluang untuk bersuara dan mendapatkan perhatian jauh lebih besar dibandingkan seorang diri.
"Apa karena gara-gara itu Pak Said Didu bergabung dengan KAMI?" tanya Karni Ilyas.
"Oh tidak juga, dari ngobrol-ngobrol juga kelihatannya kalau saya berteriak sendiri kurang kencang ya cari aja, berteriak banyak siapa tahu mendapat perhatian," terangnya.
"Tetapi enggak diperhatikan juga enggak apa-apa, minimal kalau ditanya nanti di akhirat saya sudah berbuat sesuai dengan kemampuan saya," pungkasnya.