Terkini Nasional
Ungkap Alasan Gabung KAMI di ILC, Said Didu Ngaku Sakit Hati: Saya Berteriak Sendiri Kurang Kencang
Sejumlah tokoh di Tanah Air belum lama ini sudah mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Simak videonya mulai menit ke- 15.40
Said Didu Peringatkan Jokowi Ancaman Infrastruktur Trap
Dalam kesempatan yang sama, Said Didu juga memberikan peringatakan kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dilansir TribunWow.com, Said Didu meminta supaya pemerintah berhati-hati dalam pembangunan infrastruktur yang diketahui sangat jor-joran.
Mulai dari pembangunan jalan tol, hingga pembangunan infrastruktur transportasi lainnya, seperti pelabuhan dan bandara-bandara internasional.

• Dapat Bintang Mahaputra dan Tak Ikut KAMI, Fahri Hamzah Dapat Sindiran Peribahasa Karni Ilyas di ILC
Said Didu mengatakan bahwa dalam kemajuan pembangunan sebuah negara tidak hanya dilihat dari sektor infrastruktur.
Dan menurutnya, semakin banyak infrastruktur yang dibangun dan melebihi batas kebutuhan justru akan memberikan dampak negatif di kemudian hari.
Meski begitu, Said Didu tidak langsung menyalahkan Jokowi yang dikatakannya sempat mengeluhkan banyaknya bandara internasional meski Jokowi sendiri yang meresmikan.
Jokowi menilai kondisi tersebut terjadi lantaran tidak adanya koordinasi yang baik dengan bawahannya.
"Saya ingin menunjukkan pembangunan infrastruktur yang dibangga-banggakan, bandara, pelabuhan, jalan dan lain lain dan dampaknya terhadap ekonomi," ujar Said Didu.
"Kita lihat, saya pikir Bapak Presiden sudah kaget juga mengapa bandara internasional banyak sekali, tetapi tahun lalu bangga sekali meresmikan bandara," sambungnya.
"Nah, ini menurut saya penyebabnya adalah karena tidak mungkin anak buahnya tidak menyampaikan analisis yang pas bahwa ini sudah kelebihan," jelasnya.
• Di ILC, Masinton Pasaribu Jawab Tudingan Ada Persekongkolan Pemerintah dengan Parlemen soal Covid-19
Said Didu lantas mengingatkan ancaman infrastruktur trap yang kemungkinan besar akan dialami oleh Indonesia.
Dirinya menjelaskan bahwa semakin banyak infrastruktur, seperti bandara internasional maka dari fungsinya pun berkurang.
Jika itu terjadi, maka banyak bandara-bandara yang justru pelayanannya sepi.
Dengan demikian hanya akan menjadi beban ekonomi negara.
Terlebih seperti yang diketahui, Indonesia sendiri dari segi keuangan bisa dikatakan hanya pas-pasan sebagai negara berkembang.
"Saya katakan Indonesia sekarang menghadapi namanya ancaman infrastruktur trap. Jadi infrastruktur hanya bisa memberikan dampak positif apabila jumlahnya pas, apabila jumlah lebih maka akan menjadi beban ekonomi," ungkapnya.
"Jalan tol, pelabuhan, bandara menjadi beban ekonomi, karena semua bandara sekarang kosong," kata Said Didu.
"Infrastruktur trap itu akan sangat bahaya bagi suatu negara yang keuangannya pas-pasan karena kemungkinan besar itu akan dijual ke asing," pungkasnya. (TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)