Breaking News:

HUT Kemerdekaan RI

Paskibraka di Istana saat Pandemi Virus Corona Jalani Perjuangan Berat, Orang Tua: Kami Jadi Kasihan

Asri Maulana pelajar asal Kandangan Hulu Sungai Selatan Kalimantan Selatan kembali bertugas menjadi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra).

Banjarmasin Post
Asri Maulana bersama keluarga saat di bandara. Asri, pelajar dari HSS Kalsel terpilih menjadi paskibaraka yang bertugas di Istana Negara pada 17 Agustus 2020 

TRIBUNWOW.COM - Asri Maulana pelajar asal  Kandangan Hulu Sungai Selatan Kalimantan Selatan kembali bertugas menjadi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) untuk kedua kalinya.

Namun, kali keduanya jadi Paskibra ini harus dijalani Asri dengan penuh perjuangan.

Ya, bukan hal mudah untuk bisa bertugas saat menjadi Paskibraka di tengah Pandemi covid-19. Bagaimana kisah perjuangannya? 

Bocah 8 Tahun Pergoki Pemilik Warung Bersama Pria Lain di Kamar Mandi, si Pria Bergegas Kabur

Jumlah Paskibrakan saat Hut ke 75 Kemerdekaan RI diketahui hanya delapan orang.

Itu artinya, tak semua putra putri tiap provinsi di negeri ini bisa dipanggil menjadi bagian dari sejarah upacara Kemerdekaan RI ke-75 di tengah ketatnya protokol kesehatan.

Itu pula yang membuat pasangan Akhmad Sya’bani-Sri Hartati terharu, bahagia dan bangga.

Begitu melihat surat panggilan dari Deputi Kemenpora untuk anaknya Muhammad Asri Maulana (17) yang masuk Diklat Paskibraka Nasional untuk kedua kalinya, mereka pun kaget.

 

“Kami langsung sujud syukur kepada Allah SWT. Asri tercatat dalam sejarah NKRI pernah bertugas dua kali berturut-turut di Istana Negara setelah terpilih 2019 lalu,” ungkap Sya'bani, ayah Asri kepada banjarmasinpost.co.id.

Diakui untuk waktu persiapan sejak pemberitahuan dari Jakarta, cukup sempit. Khususnya terkait berkas administrasi.

Kumpulan Gambar dan Ucapan HUT ke-75 RI, 17 Agustus 2020, Cocok untuk Update di WhatsApp, IG, FB

Selepas Iduladha lalu, Senin Asri melakukan swab di RS H Hasan Basry Kandangan, dan hasilnya negatif.

DI Jakarta, Asri yang tercatat sebagai siswa kelas XI jurusan IPA di SMAN 1 Kandangan itu kembali menjalani test Swab.

"Sebelum dikarantika di Cibubur, Asri sempat cerita total swab yang dia lakukan ada enam kali. Ini perjuangan luar biasa, karena ketatnya protokol kesehatan. Keseringan di swab, hidung Asri sempat berdarah. Kami jadi kasian, tapi Alhamdulillah hasilnya semuanya negatif. Asri dalam kondisi sehat,” tutur Sya,bani lagi.

Meski dengan protokol kesehatan yang ketat, kekhawatiran tetap menyelimuti kedua orang tua Asri.

Terutama saat di bandara, ayah Asri menyatakan khawatir terpapar saat di bandara.

Namun, kekhawatiran menjadi sirna, ketika semuanya dipasrahkan kepada Allah yang Maha Kuasa.

Halaman
123
Tags:
PaskibraBanjarmasinJakarta
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved