Terkini Daerah
Korban Beberkan Masa Lalu 'Dosen Swinger', Pelaku Pencabulan di Kampus pada 2004: Jadi Tahanan Kota
Seorang korban pelecehan berinisial LA mengungkapkan kesaksian terhadap oknum dosen Bambang Arianto (BA).
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Ananda Putri Octaviani
ID dan LA lalu nekat mengkonfrontasi Bambang setelah keduanya memblokir media sosial oknum dosen tersebut.
"Awalnya dia berdalih untuk penelitian, membuat jurnal atau buku," papar ID.
ID menyebutkan ada sekitar 50 korban yang kemudian angkat bicara.

"Dari semua itu, modus pendekatannya macam-macam. Ada yang alasan dia mau curhat tentang istrinya yang suka menyiksa, cerita krisis orang tuanya, pernikahannya tak punya anak, berdalih konsultasi psikologi," tuturnya.
Tidak hanya itu, Bambang menggunakan akun media sosial istrinya agar dapat seolah-olah curhat dengan perempuan lain.
ID mengungkapkan pelaku menyasar perempuan dengan kriteria tertentu.
• Viral Kasus Pelecehan Seksual Berkedok Dosen Lakukan Riset Swinger di Yogya, Korban Capai 50 Orang
"Kami juga bertanya kenapa yang disasar mayoritas berjilbab. Untuk informasi, dari nama-nama yang kami pegang, hampir semuanya berjilbab kecuali (inisial) L," ungkapnya.
"Hampir semuanya menikah, kecualy L dan satu anak seorang member (komunitas) K. Banyak aktifis dihubungi. Jebul dia terobsesi sama yang begitu."
Ia mengungkapkan fakta Bambang pernah bermasturbasi di depan seorang wanita.
"Kami konfrontir kelakuannya, termasuk apakah benar mendatangi psikolog puskesmas di Sleman dan onani di depan psikolog itu dan menyasar beberapa psikolog lain. Dia membenarkan," kata ID.
Berdasarkan hal itu, ia menduga pelaku melakukan penyimpangan seksual eksibisionis.
"Buat kami, dia kelainan seksual. Ada jenis eksibisionis, kelainan lelaki yang mempertontonkan kelaminnya pada perempuan dan menikmati kalau korbannya ketakutan," jelasnya.
Namun perilaku eksibisionis itu dilakukan dengan menceritakan fantasi seksualnya sehingga membuat korban tidak nyaman.
"Nah ini beda, dia menikmati bercerita swinger, detil sex baik tulisan atau telpon. Kalaupun dimarahin, diblok ya nggak ngefek buat dia. Atau malah dia menikmati?" tulis ID.
(TribunWow.com/Brigitta Winasis)