Pilkada Serentak 2020
Ungkit Pernyataan Lama Gibran Enggan Terjun Politik, Effendi Gazali: Sekarang Sudah Merasa Bidangnya
Pakar komunikasi politik Effendi Gazali menyinggung pernyataan lama Gibran Rakabuming Raka yang menyebutkan enggan terjun politik.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Pakar komunikasi politik Effendi Gazali menyinggung pernyataan lama Gibran Rakabuming Raka yang menyebutkan enggan terjun politik.
Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Dua Sisi di TvOne, Kamis (23/7/2020).
Sebelumnya putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut mengajukan diri untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Solo 2020.

• Rocky Gerung Sarankan PKS Tak Ajukan Calon dan Dukung Gibran di Pilkada Solo: Ujian Moral Demokrasi
Keputusan itu menuai sorotan lantaran Gibran sempat menyatakan enggan mengikuti jejak ayahnya di dunia politik.
"Sebelumnya, tepatnya pada 11 Maret 2018, saya rasa di hampir semua jejak digitalnya Mas Gibran menyatakan hal-hal yang seperti ini," ungkap Effendi Gazali.
Ia kemudian membacakan potongan berita yang menyampaikan Gibran tidak terpikir untuk terjun dalam politik, bahkan membangun dinasti.
Tidak hanya itu, Gibran beralasan keluarganya hanya akan menyusahkan jika masuk politik.
"'Dinasti apa? Bapak saja ndak punya partai kok pengen bikin dinasti?' ujar Gibran seusai opening dari Sang Pisang Markobar di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (11/3/2018)," kata Effendi.
Gibran menambahkan, dirinya tidak pernah belajar politik secara formal dan tidak memiliki kemampuan tersebut.
"Menurut Gibran, jika keluarganya terlibat politik, maka akan membuat rakyat susah. Ia juga mengaku tidak tertarik dengan bidang politik karena tidak termasuk dalam kemampuannya," lanjut Effendi.
"Sekolahnya juga bukan sekolah politik, bukan bidangnya," tambahnya.
• Gambarkan Gibran sebagai Anak Panah Jokowi di Pilkada Solo, Rocky Gerung: Contoh Buruk Nepotisme
Effendi lalu mengaitkan pernyataan Gibran tersebut yang berbeda satu tahun kemudian.
Ia menyinggung sebelumnya PDIP lebih merekomendasikan Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo.
Pilihan itu kemudian tiba-tiba berubah setelah Gibran setuju untuk terlibat.
"Saya rasa baru September 2019 baru ada keterlibatan Mas Gibran dengan kontestasi di Solo ini, sebelumnya lebih ke Achmad Purnomo," ungkit Effendi.