Pilkada 2020
Ungkap Beda antara Jokowi-Gibran dengan SBY-AHY, Donal Fariz Singgung Pemanggilan Purnomo ke Istana
Donal Fariz mengomentari soal majunya anak dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka maju sebagai Calon Wali Kota Solo 2020.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW), Donal Fariz mengomentari soal majunya anak dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka maju sebagai Calon Wali Kota Solo 2020.
Hal itu diungkapkan Donal Fariz saat menjadi narasumber di acara Rosi Kompas TV pada Kamis (23/7/2020).
Dalam kesempatan itu, Donal Fariz mengunkap persamaan dan perbedaannya dengan pencalonan anak dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Pemilihan Kepala Daerah 2017.

• Ungkit Pernyataan Lama Gibran Enggan Terjun Politik, Effendi Gazali: Sekarang Sudah Merasa Bidangnya
Mulanya, Donal mengatakan bahwa AHY maju pada Pilkada DKI Jakarta 2017 juga bagian dari dinasti politik.
Namun, hal itu tidak terlalu menjadi masalah lantaran AHY maju ketika SBY sudah tak menjadi presiden.
"Mbak Rosi mungkin kita bisa terdekat Pilkada DKI misalkan saja, ada AHY anak Pak SBY adalah bagian dari dinasti."
"Tapi menjadi kental suasana dinastinya pada waktu itu, sulit membantah SBY kemudian AHY anaknya begitu kira-kira," kata Donal.
Hal itu berbeda dengan Gibran yang maju ketika Jokowi masih aktif menjabat sebagai presiden.
"Tapi yang terjadi adalah Pak SBY menunjuk anaknya saat post power, setelah dia stepdown dan turun dari kekuasaan, itu membedakan dengan (Jokowi)," sambungnya.
Lalu, Donal merasa bahwa Jokowi saat ini tidak fokus menangani pandemi Covid-19.
Pasalnya, Jokowi sempat memanggil Achmad Purnomo yang sempat juga akan maju dalam pencalonan Wali Kota Solo tapi batal karena PDIP memilih Gibran.
• Bantah Jokowi Ikut Campur, Projo Tegaskan Gibran Sendiri yang Ingin Maju Pilkada: Bukan Mau Dia
Sehingga, Donal menyebut Jokowi juga mengurusi anaknya dalam dunia perpolitikan.
"Saat ini masih berkuasa, aktif menjadi presiden di periode kedua dan kemudian saya melihat sudah tumpang tindih, istana mengurusi rakyat di masa pandemi dengan istana mengurusi anaknya untuk pencalonan wali kota Solo."
"Kedatangan Pak Purnomo yang dipanggil datang ke Istana atas permintaan Pak Jokowi sendiri, artinya ada tugas ganda mengurusi rakyat katanya dalam masa pandemi dan pada saat bersama mengurusi anak dalam konteks politik," jelas Donal.
Selain itu, Donal juga mengungkit kemarahan Jokowi beberapa waktu lalu pada menterinya.