Breaking News:

Terkini Daerah

Ribuan Ternak Babi di Sumba Timur Mati, Diduga Terserang Flu Babi Afrika

Sebanyak 2.000 ternak babi di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mati. Diduga terinfeksi penyakit flu babi.

peakpx.com
Ilustrasi babi di kubangan lumpur. 

TRIBUNWOW.COM - Sebanyak 2.000 ternak babi di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mati.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Timur, NTT, Yohanis Radamuri mengatakan, matinya babi itu diduga akibat penyakit flu babi afrika atau african swine fever (ASF).

Jumlah itu tecatat sejak Maret hingga pertengahan Juli 2020.

ASN Dibunuh Sopir di Pasar setelah Belanja, Pelaku Mengaku Sakit Hati Gaji Tak Dibayar 2 Tahun

Dua ribu ternak yang mati itu tersebar hampir di semua kecamatan di Sumba Timur.

Yohanis mengungkapkan, Kecamatan Lewa tercatat dengan angka kematian tertinggi berdasarkan data yang ada di Dinas Peternakan Sumba Timur.

Kemudian, disusul Kecamatan Kota Waingapu, Kecamatan Kambera, Kecamatan Wulla Waijelu, dan beberapa kecamatan lainnya.

“Awalnya, kami mengira bahwa kematian babi disebabkan oleh penyakit colera. Karena itu, kami dari Dinas Peternakan melakukan vaksinasi," kata Yohanis, kepada Kompas.com, melalui sambungan telepon, Kamis (16/7/2020).

Klarifikasi Dosen Uncen soal Viral Gadis Telanjang di Belakangnya saat Webinar: Pembunuhan Karakter

Yohanis melanjutkan, babi yang mati di Sumba Timur memiliki gejala limpah membengkak, suhu badan tinggi, tidak mau makan, kemerahan pada kulit, muntah, dan diare.

Berdasarkan penampakan klinis tersebut dan jumlah kematian yang sangat tinggi, dugaan pihaknya mengarah ke ASF.

“Untuk memastikan penyebab kematian ribuan babi tersebut, pemerintah kini sedang mengambil sampel. Sampel akan dikirim ke Balai Besar Veteriner Denpasar untuk uji laboratorium”, ujar Yohanis.

Sebelumnya, pemerintah telah mengambil sampel, tetapi karena pembatasan penerbangan akibat pandemi Covid-19, pengiriman sampel tidak bisa dilakukan.

Sejauh ini, tambah dia, pemerintah melalui Dinas Peternakan sudah mengarahkan petugas lapangan untuk melakukan penyemprotan disinfektan di setiap kandang ternak milik warga.

Fakta Keterlibatan Brigjen Prasetyo Utomo atas Kasus Djoko Tjandra: Buat Surat Jalan, Kini Ditahan

Yohanis mengimbau kepada masyarakat yang memiliki ternak babi untuk menjaga sanitasi kandang dan memperhatikan pengelolaan pakan.

Selain itu, babi mati yang memiliki gejala seperti ASF agar tidak boleh dikonsumsi.

Sebaiknya dikuburkan untuk menekan laju penyebaran virus.

“Pakan perlu diperhatikan dengan baik agar daya tahan tubuh babi bisa lebih kuat," pungkas Yohanis. (Kompas.com/Ignasius Sara)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "2.000 Babi di Sumba Timur Mati, Diduga Diserang Flu Babi Afrika"

Sumber: Kompas.com
Tags:
BabiNusa Tenggara Timur (NTT)Flu BabiSumba Timur
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved