Terkini Daerah
ASN Dibunuh Sopir di Pasar setelah Belanja, Pelaku Mengaku Sakit Hati Gaji Tak Dibayar 2 Tahun
Seorang aparatur sipil negara (ASN) bernama Ahmad Jayadi (53), tewas dibacok sopirnya, Syafruddin alias Randi (53).
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Seorang aparatur sipil negara (ASN) bernama Ahmad Jayadi (53), tewas dibacok sopirnya, Syafruddin alias Randi (53).
Randi mengaku nekat membunuh korban karena sakit hati lantaran sudah dua tahun gajinya sebagai sopir pribadi tidak dibayar.
Korban tewas setelah mengalami luka bacok di kepala, tangan dan badannya.

• Pembacokan di Kosambi Tewaskan Anak Buah Nus Kei, Pengacara John Kei: Tidak Pernah Suruh Apapun
Kasat Reskrim Polres Bulukumba AKP Berry Juana menagatakan, kejadian bermula saat korban sedang menemani istrinya belanja.
"Setelah belanja korban ingin berangkat pulang, tiba-tiba pelaku datang dari belakang langsung menarik dan menganiaya korban dengan menggunakan sebilah parang," kata Berry saat dihubungi, Kamis.
Saat peristiwa itu terjadi, korban belum sempat melawan.
Karena sudah dibacok oleh pelaku hingga jatuh tersungkur ke aspal.
• Mencari Titik Terang Misteri Pembunuhan Karyawan Metro TV, Polisi Dalami CCTV dan Periksa 23 Saksi
Bahkan, peristiwa itu sempat terekam Closed Circuit Television (CCTV) di lokasi kejadian, dan videonya viral di media sosial.
Berbekal rekaman CCTV tersebut, polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku.
• Sejumlah Ahli dan Praktisi Hukum Mendesak Pembaruan Politik Hukum Peninjauan Kembali
“Motif sementara karena sakit hati pelaku terhadap korban karena sudah dua tahun gajinya sebagai sopir tidak dibayarkan,” jelasnya, dikutip dari TribunBulukumba.com.
Atas perbuatannya diancam dengan pasal pembunuhan yakni Pasal 338 KUHP sub 351 ayat 3, dengan ancaman paling lama 7 tahun penjara.
(Penulis Kontributor Bulukumba, Nurwahidah | Editor: Teuku Muhammad Valdy Arief/TribunBulukumba)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kronologi ASN Tewas Dibacok Sopirnya karena Gaji Tak Dibayar