Breaking News:

Terkini Daerah

Bantah Anies Baswedan, WALHI Sebut Reklamasi Ancol Tak Ada Kaitannya soal Banjir: Pendekatan Bisnis

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jakarta, Tubagus Ahmad membantah pernyataan dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Claudia Noventa
Youtube/KompasTV
Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jakarta, Tubagus Ahmad membantah pernyataan dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan soal reklamasi Ancol. 

TRIBUNWOW.COM - Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jakarta, Tubagus Ahmad membantah pernyataan dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Dilansir TribunWow.com, Tubagus Ahmad membantah apa yang disampaikan Anies terkait alasan dilakukannya reklamasi Ancol.

Sebelumnya, Anies Baswedan telah memberikan izin terkait reklamasi Ancol atau yang disebutnya sebagai perluasan Ancol, yakni seluas 155 hektar.

Pekerja menggunakan alat berat menggarap proyek reklamasi Ancol di Jakarta, Sabtu (4/7/2020).
Pekerja menggunakan alat berat menggarap proyek reklamasi Ancol di Jakarta, Sabtu (4/7/2020). ((ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/hp.))

Anies Baswedan Tegaskan Tak Ingkari Janji Kampanye soal Reklamasi Ancol: Jakarta Ini Terancam Banjir

Tubagus Ahmad mengaku sangat menyayangkan keputusan yang dilakukan Anies tersebut.

Dirinya menilai keputusan yang diambil oleh Anies untuk dilakukan reklamasi Ancol tidak akan memiliki dampak positif untuk lingkungan.

Dan justru sebaliknya, yakni akan menambah beban lingkungan hidup itu sendiri, khususnya di Teluk Jakarta.

"Pemprov DKI Jakarta, Gubernur DKI Jakarta mengambil pilihan memberikan izin perluasan kepada Ancol dan Dufan yang artinya menambah beban lingkungan hidup," ujar Tubagus Ahmad.

Selain itu, Tubagus juga tidak membenarkan alasan dari Anies yang mengizinkan perluasan Ancol karena dapat mengurangi risiko banjir.

Sebelumnya Anies telah memberikan penjelasan bahwa proyek yang dikerjakan di Ancol bukanlah reklamasi, melainkan hanya perluasan kawasan.

Selain itu juga dapat meminimalisir terjadinya bencana banjir di Ibu Kota lantaran lumpur yang digunakan untuk perluasan kawasan Ancol itu didapat dari pengerukkan sungai dan waduk akibat pendangkalan atau sedimentasi.

Meski begitu, Tubagus Ahmad mengatakan bahwa reklamasi Ancol tidak ada kaitannya dengan penanganan banjir ataupun persoalan lingkungan lainnya.

Polemik Anies Baswedan Lanjutkan Reklamasi, Syarif: Warga Jakarta Utara Minta Gratis Masuk Ancol

"Terkait soal banjir masih ingat dalam catatan sejarah soal reklamasi di Jakarta," kata Tubagus Ahmad.

"Dulu juga kan reklamasi tidak ada hubungannya dengan persoalan banjir, tidak ada hubungannya dengan persoalan lingkungan," jelasnya.

Oleh karenanya, Tubagus Ahmad berpandangan bahwa reklamasi Ancol adalah murni merupakan pendekatan dari bisnis semata.

"Itu murni adalah pendekatan bisnis yang dilakukan oleh pengembang yang kemudian difasilitasi oleh negara, dalam hal ini adalah pemerintah," katanya menutup.

Simak videonya mulai menit ke- 2.10:

Anies Baswedan Tegaskan Tak Ingkari Janji Kampanye soal Reklamasi Ancol

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memberikan penjelasan terkait akan dilakukannya proyek perluasan ancol.

Dilansir TribunWow.com dalam tayangan Youtube KompasTV, Minggu (12/7/2020), Anies Baswedan mengatakan bahwa proyek perluasan ancol bukan merupakan reklamasi ancol yang memang mendapatkan penolakan dari masyarakat.

Anies Baswedan lantas menegaskan bahwa dirinya tidak akan mengingkari janjinya saat kampanye.

Sebelumnya, Anies telah berjanji akan menghentikan wacana reklamasi Ancol tersebut.

 Mahasiswa Demo dan Bakar Ban Tolak Reklamasi Ancol, Sempat Bersitegang saat Petugas Padamkan Api

Menurutnya, proyek yang dilakukan di Ancol bukanlah reklamasi, melainkan hanya menempatkan lumpur hasil pengerukan waduk dan sungai di sekitaran Ancol.

"Yang terjadi ini berbeda dengan reklamasi yang alhamdulillah sudah kita hentikan dan menjadi janji kita pada masa kampanye itu," ujar Anies Baswedan.

Dirinya menambahkan bahwa perluasan ancol dilakukan dengan tujuan untuk menyelamatkan Jakarta dari bencana banjir.

Ia berujar bahwa satu dari penyebab terjadinya banjir tahunan di Ibu Kota lantaran adanya pendangkalan di waduk dan sungai.

Sehingga debit aliran air menjadi tidak bisa tertampung secara maksimal.

"Jakarta ini terancam banjir, salah satu sebabnya karena ada waduk dan sungai yang mengalami pendangkalan atau sedimentasi," kata Anies.

"Ada 13 sungai, kalau ditotal panjangnya lebih dari 400 km, ada lebih dari 30 waduk, dan secara alami mengalami sedimentasi," lanjutnya.

Maka dari itu, menurutnya langkah yang tepat yang bisa dilakukan adalah pengerukkan dari waduk dan sungai yang mengalami sedimentasi.

Oleh karenanya, perlu dipikirkan juga sampah hasil pengerukkannya tersebut akan ditaruh di mana.

 GPMI Bantah Anies Baswedan Ingkar Janji soal Reklamasi, Ray Rangkuti Tertawa: Definisi Ala Pemprov

Anies kemudian menjelaskan bahwa sampah hasil pengerukkan itu yang paling tepat adalah dibuang ke Ancol dan sekaligus dimanfaatkan untuk pengembangan kawasan Ancol.

"Karena itulah kemudian waduk dan sungai itu dikeruk. Dikeruk terus-menerus dan lumpur hasil kerukan itu dikemanakan?" ungkap Anies.

"Lumpur itu kemudian ditaruh di kawasan Ancol," jelasnya.

"Lumpur ini kemudian dimanfaatkan untuk pengembangan kawasan Ancol," imbuh Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu kembali menegaskan bahwa proyek tersebut bukanlah reklamasi Ancol melainkan hanya pengembangan kawasan.

Selain itu di satu sisi juga memberikan dampak positif untuk mengurangi risiko terjadinya banjir.

Sedangkan menurutnya, untuk proyek reklamasi Ancol memang sudah dihentikan lantaran dinilai tidak memberikan manfaat kepada masyarakat DKI.

"Jadi ini adalah sebuah kegiatan untuk melindungi warga Jakarta dari bencana banjir," ungkap Anies.

"Ini berbeda dengan proyek reklamasi yang sudah dihentikan itu," tegasnya.

"Itu bukan proyek untuk melindungi warga Jakarta dari bencana apapun," tutup gubernur kelahiran kuningan itu.

Simak videonya mulai menit awal:

(TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)

Tags:
Anies BaswedanAncolDKI JakartaWahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved