Breaking News:

Terkini Daerah

Sakit Hati Disebut Bodoh, Begini Pengakuan Murid Sekaligus Pelaku Pembunuhan Guru SD Dalam Ember

Sosok pembunuh Guru SD EY (50) di Kecamatan Muaratelang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan yakni Ardiansyah (18) memberikan kesaksian.

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Atri Wahyu Mukti
Sripoku.com
Sosok pembunuh Guru SD EY (50) di Kecamatan Muaratelang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan yakni Ardiansyah (18) memberikan kesaksian pada Jumat (10/7/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Sosok pembunuh Guru SD EY (50) di Kecamatan Muaratelang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan yakni Ardiansyah (18) memberikan kesaksian.

Sebagaimana diketahui mayat EY ditemukan oleh warga telanjang di dalam ember di rumah korban. 

Pada Kapolres Banyuasi AKBP Danny Ardiantara Sianipar SIk, Ardiansyah mengaku membunuh korban karena sakit hati.

Sosok Pembunuh, Ardiansyah (18) yang membunuh seorang Guru SD, EY (50) di Kecamatan Muaratelang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan tewas mengenaskan di dalam rumahnya pada Rabu (8/7/2020)
Sosok Pembunuh, Ardiansyah (18) yang membunuh seorang Guru SD, EY (50) di Kecamatan Muaratelang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan tewas mengenaskan di dalam rumahnya pada Rabu (8/7/2020) (Tribun Sumsel)

 

Ditanya soal Firasat Mayat Guru SD di Dalam Ember, Kakak Korban: Adik Saya Bukan Orang Nakal

Ardiansyah mengaku sakit hati disebut dongak (bodoh) oleh korban.

"Dendam sama korban?," tanya Danny Ardiantara Sianipar seperti dikutip dari Sripoku.com

"Ya," jawab korban, Jumat (10/7/2020) saat konferensi pers di Mapolres Banyuasin.

Sebelumnya, Ardiansyah disebut selalu menangis dan menundukkan kepala.

Selain dendam, polisi juga mengungkapkan bahwa Ardiansyah membunuh gurunya itu karena birahinya naik setelah melihat konten porno.

"Dulu tersangka pernah dihina oleh gurunya (korban) pada waktu kecil, tetapi kejadian pada hari itu adalah tersangka habis nonton film b***p, lalu birahinya naik."

"Karena ada dendam juga dengan korban lalu mencarinya," kata Danny Ardiantara Sianipar.

Ditanya soal Firasat Mayat Guru SD di Dalam Ember, Kakak Korban: Adik Saya Bukan Orang Nakal

Polisi juga mendapat keterangan dari tetangga korban bahwa Ardianysah sering mengintip korban.

Namun saat ditanya jika memang dendam pada Guru guru SD Negeri 11 Muara Telang itu, mengapa baru dilakukan sekarang, pelaku justru tak bisa menjawab.

"Tidak tahu," ujar Ardhiansyah.

Sehingga polisi langsung menangkap Ardhiansyah.

Saat dijemput, rupanya pelaku juga kedapatan membawa dua handphone milik korban yang hilang.

"Dari kecocokan tersebut langsung kita bawa tersangka ke Polsek Muara Telang untuk di interograsi," kata "Dari kecocokan tersebut langsung kita bawa tersangka ke Polsek Muara Telang untuk di interograsi," kata Danny Ardiantara Sianipar.

Menurut Danny, pelaku langsung mengakui perbuatannya ketika diinterogasi.

Halaman
123
Tags:
Sumatera SelatanPembunuhanSekolah Dasar (SD)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved