Terkini Nasional
Feri Amsari Beri DPR Nilai Merah, Komarudin Watubun: Benci tapi Rindu, Rakyat Membutuhkan
Anggota DPR Fraksi PDIP Komarudin Watubun menanggapi 'nilai merah' yang diberikan pengamat politik untuk DPR.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Lailatun Niqmah
Sebelumnya perdebatan terjadi antara Ketua Perhimpunan Penggiat Keluarga (GiGa) Indonesia Euis Sunarti dengan Peneliti Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (APIK) Dian Novita.
Ketua GiGa Euis Sunarti merasa pihak pengusung RUU PKS melakukan negosiasi dengan DPR dalam pembahasan.
Mendengar perdebatan itu, presenter Najwa Shihab segera menengahi dan memberikan tanggapan.
"Isu-isu seperti ini kan makanya kita perlu ada DPR," komentar Najwa Shihab.
"Inilah tugas DPR sesungguhnya untuk bisa menjembatani ini, tetapi itu tidak dilakukan," tambahnya.
Anggota DPR Fraksi PDIP Komarudin Watubun kemudian menanggapi sindiran Najwa Shihab.
Ia menyinggung dicabutnya RUU PKS dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas
"Saya menikmati dengan baik perdebatan dari tadi, termasuk mengurangi jumlah RUU Prolegnas," kata Komarudin Watubun.
Menurut Komarudin, hal itu wajar saja mengingat DPR tidak selalu memenuhi target pembahasan Prolegnas setiap tahunnya.
"Khusus untuk itu, saya mau sampaikan idealisme itu penting tapi harus realistis juga," tegas Komarudin.
Komarudin menilai sikap DPR hanya berusaha realistis.
• Terawan Kembali Tak Mau Hadir ke Mata Najwa di Tengah Ancaman Reshuffle, Najwa Shihab Berikan Pesan
Seperti diketahui, sebelumnya RUU PKS dicabut dari Prolegnas Prioritas dengan alasan terlalu sulit dibahas.
"DPR sadar betul itu, saya tahu. Dari dulu kan tidak capai target yang ditetapkan, maka sekarang menurunkan itu," paparnya.
"Jadi idealis dan realistis, kira-kira begitu," lanjut anggota Komisi II DPR ini.
Komarudin menegaskan partainya akan mendukung pembahasan RUU PKS.