Virus Corona
WHO Mengakui Ada Bukti yang Muncul bahwa Virus Corona Bisa Menyebar di Udara
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan pengakuan baru soal Virus Corona.
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNWOW.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan pengakuan baru soal Virus Corona.
WHO mengakui ada bukti baru yang muncul dari penyebaran Virus Corona di udara, Selasa (7/7/2020).
Hal tersebut dikemukakan WHO setelah para ilmuwan mendesaknya agar memperbarui panduan soal Covid-19 ini.
• Gara-gara Virus Corona, Permintaan Hewan Kurban Idul Adha di Padang Menurun hingga 30 Persen
"Kami telah berbicara tentanng kemungkinan transmisi di udara dan transmisi aerosol sebagai salah satu metode penyebaran Covid-19," ujar Maria Van Kerkhove selaku Pimpinan Teknis WHO.
Dikutip TribunWow.com dari channelnewsasia, pernyataan dari WHO ini merupakan pembaruan sebelumnya.
Diketahui sebelumnya WHO mengatakan bahwa virus hanya menyebar melalui tetesan yang dikeluarkan dari mulut atau hidung orang yang terinfeksi.
Namun, dalam sebuah surat terbuka WHO didesak oleh 239 ilmuwan di 32 negara soal adanya penyebaran virus di udara.
Menurut mereka partikel yang lebih kecil bisa dapat lama bertahan di udara.
• Achmad Yurianto Sebut Kemenkes Tetapkan Biaya Rapid Test Virus Corona Paling Mahal Rp 150.000
Temuan tersebut membuat para ilmuwan mendesak WHO untuk menerbitkan panduan baru untuk Covid-19 ini.
"Kami mengetahui laporan itu dan sedang meninjau isinya dengan para ahli teknis kami," kata juru bicara WHO, Tarik Jasarevic, Senin (6/7/2020).
Di sisi lain, Profesor Babak Javid, seorang konsultan penyakit menular di Rumah Sakit Universitas Cambridge, mengatakan penularan virus melalui udara sangatlah mungkin.
Namun, harus lebih ditinjau berapa lama virus tersebut bisa bertahan melalui udara.
Apakah kekuatannya akan sama saja bila ditularkan melalui tetesan orang yang terinfeksi. (TribunWow.com/ Tiffany Marantika)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona-atau-cpvid-19.jpg)