Terkini Internasional
Inggris Berikan Perlindungan pada Warga Hong Kong, China Keluarkan Ancaman Sebut Ada Konsekuensinya
China mengeluarkan pernyataan bernada ancaman terhadap Inggris setelah negara tersebut menyatakan akan memberi perlindungan pada warga Hong Kong
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - China mengeluarkan pernyataan bernada ancaman terhadap Inggris setelah negara tersebut menyatakan akan memberi perlindungan pada 3 juta warga Hong Kong.
Pihak China mengatakan bahwa Inggris harus menanggung konsekuensi jika ingin menjadikan China sebagai musuh.
Pernyataan tersebut telah menuai kontroversi dan menimbulkan pertanyaan terkait dampak yang dapat terjadi.
• Aktivis Hong Kong Melarikan Diri Ke Luar Negeri, Terancam setelah UU Keamanan Nasional Disahkan
• UU Keamanan Nasional Disahkan, Aktivis Politik Hong Kong Mengundurkan Diri, Berikut Bunyi Aturannya
Dilansir mirror.co.uk, Senin (6/7/2020), Duta Besar Tiongkok untuk Inggris menuduh bahwa pemerintah Inggris telah melakukan campur tangan kotor dan manipulasi politik.
Hal ini diungkapkan karena Inggris telah menawarkan kepada sekitar tiga juta warga Hong Kong untuk mendapat hak menetap di Inggris.
Tawaran tersebut diberikan oleh Inggris untuk mendukung warga Hong Kong yang merasa kebebasannya terkekang seusai undang-undang Keamanan Nasional disahkan.
Duta besar tersebut, Liu Xiaoming, membela hukum Keamanan Nasional baru di bekas jajahan Inggris yang disebutnya untuk mencegah, menekan, dan menghukum kolusi dengan negara asing.
Liu memperingatkan dengan dingin dan menyebutkan ada konsekuensi jika Inggris menentang China.
"Kami ingin menjadi teman Anda, kami ingin menjadi partner anda, tetapi jika Anda ingin menjadikan China negara musuh, Anda harus menanggung konsekuensinya," ujar Liu.
Belum jelas apa saja konsekuensi yang akan dapat ditanggung Inggris bila tidak menjaga hubungan baik dengan China.
Menurut Dr Rod Wye, yang memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun sebagai analis pemerintah yang mengkhususkan diri pada China dan Asia Timur, konsekuensi tersebut tetap saja akan berujung kesulitan bagi Inggris.
"Apa pun yang terjadi, kami berada dalam hubungan yang panjang dan sulit dengan China," kata Wye.
“Mereka akan membuat banyak suara keras yang dirancang untuk menempatkan rasa takut akan Tuhan kepada pemerintah Inggris. Sementara itu mereka akan meningkatkan hal-hal di bawah meja,” lanjutnya.
Dr Wye, yang bekerja di Kedutaan Besar Inggris di Beijing pada 1980-an dan 90-an, mengatakan China mungkin akan mengambil kesepakatan pasca-Brexit sebagai hukuman atas tawaran Johnson kepada warga Hong Kong.
Dan dia percaya Inggris mungkin menjadi fokus dari peningkatan spionase, mirip dengan serangan dunia maya yang terlihat di Australia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/duta-besar-china-untuk-inggris-liu-xiaoming.jpg)