Terkini Nasional
Anggap Jokowi Berhak Geram sampai Ancam Reshuffle, Adian Napitupulu: Kalau Tidak Marah, Lucu
Politisi PDIP Adian Napitupulu turut menanggapi kejengkelan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNWOW.COM - Politisi PDIP Adian Napitupulu turut menanggapi kejengkelan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Kamis (18/6/2020) lalu.
Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan saat diundang dalam tayangan Apa Kabar Indonesia Malam di TvOne, Senin (29/6/2020).
Dalam pidato tersebut, Jokowi mengungkapkan kejengkelannya dengan kinerja para menteri yang dianggap belum maksimal menangani pandemi Covid-19.

• Jubir PKS Sebut Jokowi Cuci Tangan dengan Reshuffle, Ali Ngabalin: Persepsi yang Terlalu Jauh
Jokowi juga melontarkan ancaman kemungkinan akan merombak kabinet (reshuffle) bahkan membubarkan lembaga.
Awalnya, Adian menyoroti bagaimana Jokowi menegaskan tanggung jawab pemerintah terhadap ratusan juta masyarakat Indonesia.
Ia menilai Kepala Negara seharusnya kesal dengan situasi saat ini.
"Kalau saya pikir ketika dia berkali-kali mengatakan 260 juta jiwa, 260 juta jiwa, memang dia wajib kesal," kata Adian Napitupulu.
Adian merasa hal itu perlu mengingat tanggung jawab pemerintah terhadap rakyat.
Menurut Adian, justru tidak wajar jika presiden tidak marah dalam situasi krisis ini.
"Dia harus marah, dia harus kesal, dia harus kecewa. Kenapa? Dia bertanggung jawab untuk 260 juta nyawa," papar Adian.
"Artinya kalau dia tidak marah, lucu menurut saya," tegasnya.
Adian lalu menyinggung ajakan Jokowi kepada para menterinya dalam arahan tersebut.
Jokowi meminta jajarannya memiliki perasaan yang sama dalam situasi krisis Covid-19.
"Dia mengajak, yuk kita punya perasaan yang sama terhadap hal ini," kata Adian.
Adian menduga Jokowi merasa para menterinya belum memiliki visi yang sama dalam menangani pandemi.