Terkini Internasional
Terdampak Kebijakan Baru Visa Pekerja Asing, Seorang Ibu Terpisah dengan Dua Anak Usia 6 dan 3 Tahun
Sebuah keluarga terpisah akibat kebijakan penangguhan visa H1-B yang diputuskan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Sebuah keluarga terpisah akibat kebijakan penangguhan visa H1-B yang diputuskan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Keluarga yang terdiri dari sepasang suami istri dan dua anak tersebut terancam terpisah hingga akhir tahun.
Hal ini terjadi lantaran perbedaan kewarganegaraan antara pasangan tersebut dengan anak-anak mereka.
• Twitter Memasang Label Peringatan di Atas Cuitan Trump, Sebut Mengandung Ancaman dan Kekerasan
Diketahui, Trump telah menangguhkan penerbitan green card dan menghentikan visa untuk pekerja asing hingga akhir tahun 2020.
Upaya ini diklaim dilakukan untuk menciptakan lapangan kerja bagi warga AS yang terdampak pandemi Virus Corona atau Covid-19 secara ekonomi.
Kebijakan tersebut hanya berlaku bagi visa berjenis H1-B untuk para pekerja asal India yang bekerja di bidang teknologi.
Dilansir channelnewsasia.com, Rabu (24/6/2020), pasangan suami Kaustubh Talathi dan sang istri Poorva Dixit memiliki kewarganegaraan India.
Sementara kedua putri mereka yang masih kecil berkewarganegaraan Amerika Serikat.
Mereka terancam terpisah setelah kebijakan penangguhan green card dan pemberhentian visa kerja di Amerika dihentikan hingga akhir tahun.
Awalnya, Poorva Dixit yang dikabari bahwa ibunya sedang kritis, bergegas terbang ke India pada awal Maret.
Ia terpaksa meninggalkan kedua anaknya dengan sang ayah karena adanya kekhawatiran akan penularan Virus Corona.
• Jelang Pemilihan Presiden AS 2020, Trump Dinilai Menaikkan Isu Rasial untuk Mencari Dukungan
Sebagai pekerja sementara di bidang pengembangan sofware, Dixit tahu bahwa untuk kembali ke rumah ia harus pergi ke konsulat AS di Mumbai untuk mendapatkan cap visa baru di paspornya.
Hal ini sesuai dengan aturan bagi beberapa pemegang visa ketika mereka bepergian di luar negeri.
Pada 16 Maret, sehari sebelum pengangkatan visanya, konsulat ditutup karena pembatasan Virus Corona.
Delapan hari kemudian ibunya meninggal.
Sekarang perintah imigrasi baru yang dikeluarkan oleh Presiden Donald Trump yang melarang masuknya pemegang visa kerja sementara, dapat membuat Dixit terperangkap di India, jauh dari anak-anaknya, hingga setidaknya akhir tahun.
"Saya sudah kehilangan ibu saya dan saya juga dijauhkan dari anak saya," Dixit, yang tinggal bersama kerabat di pinggiran Mumbai, India.
"Pada titik ini di otakku hanya ada kabut," lanjutnya.
• Klinik di Brasil Buat Terowongan Plastik untuk Pertemukan Lansia dan Keluarga saat Pandemi Covid-19
Suami Dixit, Kasustubh telah berusaha mengatur jadwal antara pekerjaannya dan kewajibannya menjaga anak.
Dixit juga berusaha membantu dengan menghubungi anak-anaknya tersebut saat sang suami bekerja.
Ia berusaha mengalihkan perhatian mereka dengan membuat kedua putrinya yang berusia 6 dan 3 tahun itu sibuk membaca buku atau menyanyi.
Namun ia khawatir perpisahan tersebut akan menyebabkan dampak psikologis jangka panjang terutama bagi anaknya yang masih balita.
Bahkan putrinya yang lebih tua menempelkan tulisan di atas foto keluarga mereka yang berbunyi "Hidup Sedih Selamanya". (TribunWow.com)