Terkini Daerah
Cerita Pemilik Bengkel di Malang yang Akhirnya Bayar Tagihan Listrik Rp 20 Juta: Saya Sudah Ikhlas
Pemilik bengkel di Desa Bedali yang mendapat tagihal listrik Rp 20 juta akhirnya membayar tagihan tersebut. Begini pengakuannya.
Editor: Rekarinta Vintoko
"Saya sudah ikhlas mas, tidak ada dendam sama sekali di hati saya, ikhlas demi kebaikan bersama," kata Teguh.
Teguh berharap kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi petugas PLN.
Sehingga, kasus serupa tak dialami warga lain.
"Saya tidak kecewa tentang masalah uang tersebut, tapi saya akan kecewa sekali kalau misa saya untuk mengkritik PLN tidak tersampaikan," kata Teguh.
• Dosen UI Terima Tantangannya untuk Diskusi soal Utang Negara, Luhut: Analisis yang Cukup Hebat
Sebelumnya diberitakan, tagihan listrik bulan Mei 2020 milik Teguh Wuryanto naik drastis menjadi Rp 20.158.686. Kenaikan itu sebesar 20 kali lipat dari tagihan semestinya.
Belakangan terungkap tagihan itu membengkak karena kapasitor di bengkel itu rusak.
Kapasitor itu membuat daya reaktif terus berjalan dan menyebabkan tagihan membengkak.
“Karena kapasitor itu fungsinya untuk menstabilkan tegangan daya reakif yang ditimbulkan oleh mesin-mesin yang digunakan di bengkel tersebut. Karena kapasitornya tidak berfungsi akhirnya daya reaktifnya tinggi. Itu yang menyebabkan adanya tagihan daya reaktif yang cukup besar untuk pelanggan tersebut,” kata Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Malang Raya, M Eryan Saputra.
(Penulis Kontributor Malang, Andi Hartik)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pemilik Bengkel di Malang Ikhlas Bayar Tagihan Listrik Rp 20 Juta, Ini Alasannya"