Terkini Nasional
Anggap Tak Tepat Iuran Tapera, Bhima Yudhistira: Ada Keuntungan yang Dinikmati Pemerintah
Ekonom Indef, Bhima Yudhistira melayangkan kritikannya soal iuran Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Ekonom Indef, Bhima Yudhistira Adhinegara melayangkan kritikannya soal iuran Tapera (Tabungan Perumahan Rakyat).
Dilansir TribunWow.com, Bhima Yudhistira bahkan menduga ada upaya cari untung di balik iuran Tapera tersebut.
Pasalnya dalam masa pandemi, ia menilai rumah bukanlah hal yang dibutuhkan masyarakat.
Menurutnya, pemerintah justru berusaha memanfaatkan Tapera sebagai cara menutup defisit anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBN).
• Ayah Pulang Mabuk Cabuli Anak Kandung yang Masih di Bawah Umur, Ancam Bunuh Istri saat Ketahuan
Hal itu disampaikannya dalam kanal YouTube Kompas TV, Rabu (10/6/2020).
Bhima mengatakan, dalam masa pandemi yang dibutuhkan masyarakat bukanlah sebuah rumah.
Melainkan makanan dan kesehatan untuk bisa bertahan hidup.
"Tapi di saat pandemi sekarang ini justru saya melihat bukan urgensi untuk kepemilikan rumah," kata Bhima.
"Karena sekarang ini bagaimana survival untuk bertahan hidup dulu."
Tak cuma untuk saat ini, Bhima menyebut pemenuhan kebutuhan dan kesehatan masyarakat lebih penting hingga 7 tahun ke depan.
"Jadi mulai dari kesehatan, kemudian makanan, itu dua kebutuhan pokok yang lebih penting daripada perumahan," ujar Bhima.
"Bahkan sampai 7 tahun ke depan."
• Polisi Tangkap Sindikat Narkoba Internasional yang Kabur ke Indonesia, Bawa Surat Bebas Corona Palsu
Lantas, Bhima pun menyinggung PP yang secara resmi diberlakukan Jokowi.
"Ya kalau kita baca PP-nya secara lebih detail, ini kan ada pasal yang jelas bahwa uang ini akan diolah oleh manager investasi," ucap Bhima.
"Tapi di situ ada penempatan salah satu opsinya adalah penempatan di surat berharga negara."