Terkini Nasional
Anggap Tak Tepat Iuran Tapera, Bhima Yudhistira: Ada Keuntungan yang Dinikmati Pemerintah
Ekonom Indef, Bhima Yudhistira melayangkan kritikannya soal iuran Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Hal itulah yang menurutnya janggal.
Bhima menduga, pemerintah tengah berusaha mencari keuntungan di balik iuran Tapera.
"Sehingga ini ada keuntungan yang akan dinikmati pemerintah," kata Bhima.
"Jadi semacam dana full dana dari pekerja dan pengusaha 3 persennya itu."
Lebih lanjut, Bhima juga menduga pemerintah berupaya menambal defisit APBN hingga memaksa warga membayar iuran Tapera saat kondisi sulit.
Ia menilai, iuran Tapera ini memilikin skema yang mirip dengan BPJS Tenaga Kerja.
"Nanti kemudian masuk dalam manager investasi, dimasukkan lagi kemudian untuk menambal defisit APBN."
"Ini skema yang jelas seperti BPJS Tenaga Kerja," imbuhnya.
Karena itu, setelah iuran Tapera disahkan, Bhima menyebut masyarakat memiliki dua beban sekaligus.
Pasalnya, gaji yang diperoleh dikenai potongan langung dari BPJS Tenaga Kerja dan iuran Tapera.
"Makanya ini jadi bingung juga, sudah dipotong iuran BPJS tenaga kerja," kata dia.
"Kemudian pekerja yang sudah punya rumah tetap dipotong Tapera, motifnya ke mana?"
"Motifnya sepertinya untuk menambal defisit APBN."
• Soal Iuran Tapera pada 2021, Rizal Ramli Kritik Pemerintah Jokowi: Kenapa Sih Enggak Sabar Dikit
Simak video berikut ini menit ke-5.14:
Kritikan Rizal Ramli
Di sisi lain, sebelumnya Ekonom Senior, Rizal Ramli termasuk tokoh yang mengkritik keras soal kebijakan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang mulai dijalankan pada 2021.