Virus Corona
Kasus Positif Capai 2.803 di Surabaya, Khofifah Minta Syukuri 292 Pasien Sembuh: Siap-siap Peta Baru
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengumumkan jumlah pasien terinfeksi Virus Corona (Covid-19) yang sembuh di wilayahnya.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Tiffany Marantika Dewi
• Kasus Corona Jatim Capai 4.922, Pakar Epidemiologi Sebut Bukan Kondisi Nyata: Jauh Lebih Banyak
Dilansir TribunWow.com, awalnya Atik menyebutkan faktor penyebab kasus positif Covid-19 di Jawa Timur masih tumbuh.
"Di satu sisi terkait tracing dan testing, di sisi yang lain terkait bagaimana perilaku dari kita sendiri," kata Atik Choirul Hidayah, dalam tayangan Apa Kabar Indonesia Pagi di TvOne, Selasa (2/6/2020).
Ia lalu menjelaskan bagaimana Virus Corona menular ke orang lain, yakni melalui cairan yang keluar dari organ pernapasan dan mulut.
"Kita tahu bagaimana Covid ini penyebarannya melalui droplet. Droplet ini akan mengikuti setiap pergerakan kita," jelas Atik.
"Kalau kita berbicara, kita bersin, kita batuk, maka akan ada droplet yang keluar dari kita," lanjut dia.
"Ini yang berpotensi menimbulkan penularan," papar Atik.
Ia mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas yang melibatkan interaksi dengan orang lain.
Seperti diketahui, pemerintah juga mengeluarkan imbauan agar menunda kegiatan yang melibatkan massa.
"Oleh karena itu, imbauan terhadap aktivitas yang sesedikit mungkin kita kontak dengan orang lain itu harus kita perhatikan," tegas Atik.
Ia lalu menyinggung alasan banyak orang enggan mengikuti tes Covid-19.
Menurut Atik, masih banyak orang belum paham pentingnya mengikuti tes tersebut.

• Wanita di Cianjur Tolak Lakukan Rapid Test dan Coba Lobi Petugas: Saya Sehat Kok, Damai Aja Pak
"Nah, selain itu yang terkait dengan penolakan untuk tracing dan testing, terjadi karena banyak masyarakat yang belum paham," kata Atik.
Selain itu, masyarakat masih belum mengerti alasan harus dilakukan tracing dan testing.
Atik menduga hal itu muncul karena stigma buruk yang dilekatkan pada penderita positif Virus Corona.