Breaking News:

Terkini Daerah

Kronologi Tawuran di Tapanuli Selatan, Terjadi Dua Kali dalam Sehari, Polisi Masih Buru 8 Tersangka

7 orang tersangka terkait kasus perkelahian kampung di Kabupaten Tapanuli Selatan berhasil diamankan polisi. Begini kronologinya.

KOMPAS.COM/ORYZA PASARIBU
AKBP Roman Smaradhana Elhaj memaparkan kronologis bentrok antarwarga dua desa/kelurahan di Kecamatan Batang Angkola, Tapanuli Selatan yang terjadi pada Selasa (26/5/2020) malam. Pascabentrok, polisi menetapkan sedikitnya 17 tersangka, dan sebanyak tujuh orang sudah berhasil ditangkap dan diproses secara hukum. 

TRIBUNWOW.COM - Polisi telah mengamankan 7 orang tersangka terkait kasus perkelahian kampung di Kabupaten Tapanuli Selatan pada Selasa (26/5/2020).

Polisi masih mengejar 8 orang tersangka lainnya yang belum tertangkap.

"Kaitan dengan perkelahian kampung di Tapanuli Selatan, yang sudah ditetapkan tersangka ada 15 orang, 7 sudah ditahan, 8 masih dalam pengejaran," kata Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja kepada wartawan usai konferensi pers di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Selasa (2/6/2020).

Diculik Selama 5 Hari, Wanita Asal Jambi Ditemukan dalam Kondisi Syok: Narmi Tidak Bisa Ngomong

Dia berharap agar para pelaku segera menyerahkan diri karena pihaknya terus melakukan pengejaran.

Dijelaskannya, pasca-kejadian, Polres Tapanuli Selatan langsung bekerja sama dengan unsur TNI dan BKO Brimob Polda Sumut untuk mengantisipasi tawuran susulan dan sampai saat ini situasi sudah aman.

Kronologi kejadian

Diketahui, perkelahian itu terjadi dua kali dalam 1 hari.

Yang pertama, gara-gara mainan anak (tembak-tembakan mainan) antarara warga Desa Huraba dan warga Kelurahan Pintu Padang, Kecamatan Batang Angkola, Tapanuli Selatan.

Saat itu, anak-anak dari Desa Huraba menembaki pengendara yang melintas menggunakan senjata mainan.

Tegal Jadi Satu-satunya Kota di Jawa yang Terapkan New Normal, Walkot: Banyak yang Tak Pakai Masker

Warga asal Kelurahan Pintu Padang yang melintas dan melihat kejadian itu menegur dan membubarkan anak-anak dari Desa Huraba. Teguran itu dibalas dengan pemukulan kepada warga Kelurahan Pintu Padang.

Atas kejadian itu, masing-masing pihak saling melapor ke polsek masing-masing dan mengumpulkan massa lalu saling menyerang dengan batu.

Warga kedua desa itu juga membakar ban bekas hingga menutup akses jalan yang menghubungkan Kabupaten Tapanuli Selatan dengan Mandailing Natal.

"Yang sampai pembakaran rumah itu saat kejadian tembak-tembakan mainan tersebut. Kemudian mereka didamaikan di salah satu balai desa, tidak ada titik temu, keluar dari balai desa terjadi tawuran sehingga salah satu rumah terbakar dan sepeda motor, dan masing-masing korban membuat laporan," ujarnya.

PM Kanada Kehabisan Kata-kata Tanggapi soal Trump Ancam Gunakan Militer Urus Demo Bela George Floyd

Peristiwa kedua terjadi pada malam hari.

Perkelahian terjadi antara warga Dusun Huraba dengan Dusun Pintu Langit, Desa Huraba, Kecamatan Angkola Timur, Tapanulin Selatan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Tags:
Tapanuli SelatanTawuranSumatera UtaraPolisi
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved