Virus Corona
Kasus Corona Surabaya Terus Melejit, Khofifah Bandingkan Keberhasilan PSBB Malang Raya
Kasus baru Virus Corona di Jawa Timur terus mengalami lonjakan dan sebagian besar berasal dari Surabaya. Khofifaf bandingkan dengan Malang Raya.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Kasus baru Virus Corona di Jawa Timur terus mengalami lonjakan.
Surabaya menjadi pusat episentrum penyebaran Virus Corona di Jawa Timur.
Dilansir TribunWow.com, hingga update terbaru pada Kamis (28/5/2020), terdapat penambahan 171 kasus baru untuk wilayah Jawa Timur.
Dari 171 kasus tersebut, 98 di antaranya berasa dari Surabaya.

• Soroti Perilaku Warga yang Tak Taat Aturan, Gugus Tugas Jawa Timur: Surabaya Bisa Jadi Wuhan
Kini total kasus di Surabaya mencapai 2.216 kasus atau lebih dari setengah kasus Corona di Jawa Timur.
Sedangkan untuk total di Jawa Timur terdapat sebanyak 4.112 kasus atau tertinggi kedua di Indonesia.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengakui Surabaya menjadi episentrum penyebaran Virus Corona di Jatim.
Selain itu juga ada Kota Sidoarjo dan Gresik yang tergabung dalam wilayah Surabaya Raya.
Khofifah kemudian membandingkan kondisi yang terjadi di Malang Raya.
Kedua wilayah tersebut yang saat ini menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jawa Timur.
Namun, Khofifah menilai PSBB di Malang Raya lebih efektif dibandingkan dengan yang di Surabaya Raya.
"Kasus ini sebetulnya episentrumnya di Surabaya," ujar Khofifah dalam tayangan Youtube tvOneNews, Kamis (28/8/2020).
"Sama-sama PSBB, Malang Raya ini PSBB tahap pertama, hari ini adalah hari ke 12," jelasnya.
• Ekonom INDEF Sebut New Normal sebagai Kebijakan Prematur, Singgung Vietnam dan Penerapan PSBB
Berdasarkan hasil rakor evaluasi pelaksanaan PSBB di Malang Raya, Khofifah mengaku menemukan perbedaan yang sangat mendasar.
Perbedaannya bukan berasal dari sistem atau aturan PSBB-nya melainkan dari segi masyarakatnya sendiri.