Terkini Daerah

Beda Kebijakan soal Salat Id dengan Ganjar Pranowo, Bupati Karanganyar Ngaku Siap Tanggung Jawab

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengaku siap bertanggung jawab terkait aturannya yang memperbolehkan warga Salat Id di masjid dan lapangan.

KOMPAS.com/LABIB ZAMANI
Bupati Karanganyar, Juliyatmono di rumah dinasnya Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (6/12/2019). Juliyatmono mengaku siap menanggung konsekuensi atas kebijakannya memperbolehkan warganya salat Id di masjid dan lapangan. 

TRIBUNWOW.COM - Bupati Karanganyar Juliyatmono akhirnya buka suara soal edaran yang berisi pelaksanaan Salat Idul Fitri di masjid atau lapangan di tengah pandemi Virus Corona.

Seperti diketahui, atas edaran tersebut Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengirimkan pesan singkat untuk mengonfirmasi kabar tersebut.

Dilansir oleh TribunSolo.com, Kamis (21/5/2020) Juliyatmono membenarkan adanya pesan tersebut.

"Benar, WA tersebut," kata Juliyatmono.

 Pengantin Baru di Karanganyar Dinyatakan Positif Virus Corona, Keduanya adalah Tenaga Medis

 Wonosobo Kemungkinan akan Terapkan PSBB, Ganjar Pranowo: Tiba-tiba Terjadi Peningkatan Cukup Tinggi

Juliyatmono lalu mengatakan edaran untuk melakukan Salat Idul Fitri di tempat umum benar adanya.

Ia juga memastikan siap menanggung segala konsekuensi atas kebijakan yang ia terapkan itu.

"Saya balas betul Pak Gub saya bertanggung jawab," kata dia. 

Untuk diketahui, pelaksanaan Salat Idul Fitri 1441 H di Karanganyar akan dilaksanakan seperti pada tahun sebelumnya.

Bahkan Salat Idul Fitri di Alun-alun Karanganyar dipimpin langsung oleh Juliyatmono.

Dalam edaran yang ada, peserta diingatkan untuk membawa sajadah sendiri, memakai masker, jaga jarak antarshaf, dan tak melaksanakan salaman.

"Hindari kerumunan dan Salaman," papar dia.

 Soal Larangan Salat Idul Fitri Berjamaah di Masjid, Sosiolog Imam Prasodjo: Bukan Salatnya, Caranya

 Tata Cara Salat Id di Rumah Menurut Fatwa MUI Lengkap dengan Tuntunan Khutbah, Sendiri atau Jamaah

 Meski Perbolehkan Salat Id di Rumah, MUI Larang Warga Gunakan Live Streaming, Ini Alasannya

Sebelumnya, Ganjar Pranowo meminta para kepala daerah di Jawa tengah untuk satu suara dalam pelaksanaan Salat Idul Fitri.

Ia juga menyarankan agar para bupati dan wali kota di Jawa Tengah mengikuti ketentuan dari Kementerian Agama (Kemenag) dan MUI.

"Saya menyarankan kepada bupati/ wali kota, mari kita ikuti ketentuan dari pemerintah, dari Kementerian Agama atau Majelis Ulama Indonesia (MUI)," kata Ganjar dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/5/2020). 

"Saya sarankan, mari kita ikuti aturan untuk melaksanakan salat Idulfitri di rumah masing-masing," ujarnya.

Bukan hanya Kabupaten Karanganyar saja, terdapat dua daerah lain yang melakukan tindakan serupa yakni Kabupaten Kudus dan Kota Tegal.

Namun, belakangan Wali Kota Tegal meralat pernyataannya yang memperbolehkan Salat Id di tempat umum. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Ganjar Pertanyakan Keputusan Perbolehkan Salat Id, Bupati Karanganyar : Saya Bertanggung Jawab

Ikuti kami di
Penulis: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Editor: Ananda Putri Octaviani
Sumber: Tribun Solo
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved