Indonesia Terserah
Setelah Tenaga Medis, Kini Petugas TPU Ungkap 'Indonesia Terserah': Yang Penting Kami Sudah Berusaha
Ungkapan Indonesia Terserah yang sempat viral di media sosial kini turut diungkapkan petugas tempat pemakaman umum (TPU).
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Ungkapan Indonesia Terserah yang sempat viral di media sosial kini turut disampaikan petugas tempat pemakaman umum (TPU).
Sebelumnya ungkapan tersebut menjadi viral disampaikan para tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam melawan Virus Corona (Covid-19).
Hal tersebut disampaikan sebagai bentuk kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah dan sikap masyarakat yang tidak serius mencegah penularan virus.

• Viral Indonesia Terserah, IDI Ungkap Bentuk Sindiran: Kami Siap-siap di RS untuk Jadi Pasien
Dikutip TribunWow.com, seorang petugas TPU di Tangerang Selatan, Banten, Syarif Hidayatullah, membuat video berisi ungkapan yang sama.
"Saya Syarif Hidayatullah, selamat siang," kata Syarif Hidayatullah, ditayangkan Kabar Utama di TvOne, Rabu (20/5/2020).
Ia menunjukkan area pemakaman yang ada di sekitarnya.
Di situ tampak sejumlah bekas galian kubur yang ditandai nisan yang terbuat dari kayu.
Syarif menyebutkan area tersebut memang disediakan khusus untuk jenazah pasien Virus Corona.
"Ini adalah makam jenazah Covid-19 yang di wilayah Kota Tangerang Selatan, tepatnya di makam TPU Jombang, Rawalele, Kecamatan Ciputat," jelasnya.
TPU Jombang diketahui menjadi pusat pemakaman pasien Covid-19 di Tangerang Selatan.
Ia menyebutkan selalu menyiapkan tanah galian untuk para jenazah pasien Covid-19 yang setiap harinya selalu bertambah.
"Setiap harinya ini selalu teman-teman dari TPU Jombang menyiapkan lubang untuk para jenazah Covid," papar Syarif.
Syarif kemudian menunjukkan beberapa liang kubur yang baru saja digali untuk dipersiapkan menampung jenazah pasien.
"Stok lubang sekarang sudah disiapkan sembilan," katanya.
Sehari sebelumnya, ia baru saja memakamkan empat orang yang meninggal dunia akibat Virus Corona.
"Kemarin malam kita makamkan sejumlah empat jenazah Covid. Terakhir anak kecil," ungkap Syarif.
"Itu yang bisa saya laporkan untuk wilayah Jombang," tambahnya.
• Bahas Indonesia Terserah di ILC, Anies Baswedan Soroti Pelonggaran PSBB saat Lebaran: Harus Tegas
Senada dengan tenaga medis, Syarif menyampaikan ungkapan yang sama atas sikap masyarakat yang masih abai dengan protokol kesehatan.
"Jadi Indonesia, untuk masalah Covid, terserah kalian dan sesuka kalian saja," sindir Syarif.
"Yang penting kami sudah berusaha dan kami sudah menyiapkan bila ada peningkatan pemakaman jenazah Covid," tutupnya.
Dikutip dari Kompas.com, hal serupa sempat terjadi pada lokasi TPU yang sama.
Seorang petugas TPU membuat nisan yang terbuat dari kayu dan menuliskan "Indonesia bin Terserah Kalian. Kami Tunggu di sini TPU Jombang, Tangerang Selatan".
Kepala TPU Jombang, Tabroni, membenarkan hal tersebut menjadi ungkapan kekecewaan terhadap masyarakat yang tidak mematuhi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Ia menyebutkan masih banyak orang keluar rumah dan tidak mematuhi larangan berkerumun.
"Iya, intinya PSBB 'kan gagal ya, banyak orang yang keluar (rumah). Dan juga toko kecil ditutup, yang besar (mal) dibuka," kata Tabroni, Rabu (20/5/2020).
Tabroni menyebutkan ungkapan mereka juga menjadi bentuk dukungan bagi para tenaga medis yang tengah berjuang.
Menurut dia, banyak warga yang tetap keluar rumah dan tidak mengindahkan perjuangan para petugas medis.
"Iya ini bentuk support tenaga medis saja. Kita buat minggu kemarin," jelasnya.
Selain itu, Tabroni merasa banyak orang yang keluar rumah hanya untuk urusan sepele dan tidak menjaga jarak.
Ia berharap aksi para petugas TPU dapat menyadarkan warga akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan.
Tabroni mengaku pihaknya sudah mulai kewalahan menghadapi jenazah pasien Virus Corona yang sudah mencapai angka 97.
"Ya, mudah-mudahan tidak bertambah lagi, karena tenaga kita juga sudah terkuras," katanya.
• Ramai Tagar Indonesia Terserah, Dokter Sindir Pemudik: Dianjurkan Mudik Online Malah Mudik Offline
LIhat videonya mulai dari awal:
IDI Sebut Sebagai Sindiran
Wakil Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Adib Khumadi menjelaskan ungkapan Indonesia Terserah yang sempat viral di media sosial.
Tagar tersebut muncul di media sosial sebagai ungkapan perasaan para tenaga medis yang selama ini berjuang melawan pandemi Virus Corona (Covid-19).
Menurut Adib, ungkapan tersebut muncul sebagai bentuk sindiran terhadap sikap pemerintah selama menangani Covid-19.
• Santer Indonesia Terserah, IDI Sindir Aturan Pemerintah yang Gonta-ganti: Beban Makin Besar
Dikutip TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Prime Show di iNews, Kamis (21/5/2020).
Awalnya, ia menuturkan tenaga medis bukan bermaksud kecewa terhadap kebijakan pemerintah dan sikap masyarakat selama ini.
"Kalau dibilang kecewa, kecewa ke siapa?" kata Adib Khumadi.
Menurut Adib, pekerjaan sebagai tenaga kesehatan sudah menjadi pilihan dan pengabdian.
"Ini adalah sebuah pengabdian profesi. Profesi yang sudah kita pilih," jelasnya.
"Jadi kami tenaga medis, perawat, tidak mungkin menyatakan ini adalah sebuah kekecewaan," kata Adib.
Selain itu, Adib merasa tagar tersebut bukan berarti ungkapan kemarahan.
Ia merasa ungkapan Indonesia Terserah lebih bermaksud sebagai sindiran.

"Tidak mungkin juga kami marah, karena kami marah kepada siapa?" tanya Adib.
"Tapi ini adalah sebuah bentuk keprihatinan sekaligus mungkin bisa diartikan gaya bahasa satire atau ironi," paparnya.
Adib menuturkan masih banyak orang yang abai terhadap protokol kesehatan yang dianjurkan selama pandemi.
"Di mana pada saat kita semua berjuang untuk menyelesaikan Covid, apalagi bagi kami di tim medis," kata Adib.
"Tapi masih ada juga beberapa pihak yang belum memahami kondisi ini sehingga masih banyak yang kemudian bergerombol, berkerumun," ungkapnya.
"Terserahnya lagi adalah, ya sudah, bagi kami siap-siap di rumah sakit untuk menerima menjadi pasien," sindir Adib. (TribunWow.com/Brigitta Winasis)