Indonesia Terserah

Santer 'Indonesia Terserah', IDI Sindir Aturan Pemerintah yang Gonta-ganti: Beban Makin Besar

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) angkat bicara soal ramainya tagar 'Indonesia Terserah'.

Channel YouTube tv One News
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar IDI, Adib Khumaidi lantas ikut bersuara soal Indonesia Terserah yang diunggah pada channel YouTube tvOneNews pada Selasa (18/5/2020) 

TRIBUNWOW.COM - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) angkat bicara soal ramainya tagar 'Indonesia Terserah' di tengah pandemi Covid-19.

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar IDI, Adib Khumaidi lantas ikut bersuara.

Dilansir TribunWow.com dari channel YouTube tvOneNews pada Selasa (18/5/2020) Adib Khumaidi mengatakan bahwa itu ungkapan sebuah keprihatinan dari tenaga medis.

Di media sosial Twitter beredar gambar penumpukan penumpang di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (14/5/2020). Peristiwa penumpukan penumpang diduga menjadi pemicu munculnya tagar 'Indonesia Terserah'.
Di media sosial Twitter beredar gambar penumpukan penumpang di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (14/5/2020). Peristiwa penumpukan penumpang diduga menjadi pemicu munculnya tagar 'Indonesia Terserah'. (Kolase (instagram@dr.tirta) dan (Twitter via Kompas.com))

 

Soal Jokowi Target Kurva Corona Turun, Ali Ngabalin Minta Doa: Mei-Juni Itu Kan Panas Banget

Pasalnya masyarakat masih banyak yang acuh dengan imbauan untuk menerapkan physical distancing.

"Sebuah bentuk keprihatinan kami terhadap proses penanganan Covid-19 ini karena kami masih melihat bahwa ada masyarakat yang masih abai," ujar Adib.

Adib menyebut, banyak orang tidak paham bahwa pembatasan sosial ini dilakukan semata-mata untuk memutus mata rantai Covid-19.

"Terhadap imbauan-imbauan yang sudah dilakukan oleh pemerintah, aturan-aturan yang sudah dilakukan, dan masih banyak belum memahami bahwa esensi dari imbauan aturan itu adalah salah satu untuk memutuskan mata rantai," ungkapnya.

Adib menilai, banyaknya masyarakat yang masih bergerombol didukung dengan aturan pemerintah yang sering tidak jelas.

Ramai Indonesia Terserah, Dokter Tak Mau Pusingkan Diri: Cemas Bagaimana Pemerintah Menyikapi Ini

"Masih banyaknya orang berkumpul bergerombol yang kemudian yang juga ditunjang oleh aturan-aturan yang berubah-ubah," ujarnya.

Sehingga, Adib menduga apa yang dilakukan masyarakat sekarang ini akan menambah dampak buruk bagi para tenaga medis.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Atri Wahyu Mukti
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved