Breaking News:

Virus Corona

Di ILC, Anies Baswedan Cerita Kisah Tragis Pemudik Tularkan Corona: Satu per Satu Mereka Meninggal

Anies Baswedan menceritakan kisah pekerja di Spanyol yang menularkan keluarga besarnya Covid-19 saat pulang ke Ekuador.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Ananda Putri Octaviani
Kolase (YouTube Indonesia lawyers Club) dan (Bagus Supriadi/Kompas.com)
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) (kiri), Selasa (19/5/2020), menceritakan kisah pekerja di Spanyol yang pulang ke Ekuador pada bulan Januari lalu dan menulari keluarga besarnya Covid-19 dan prosesi pemakaman jenazah Covid-19 di Indonesia (kanan). 

TRIBUNWOW.COM - Mendekati hari raya lebaran, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mewanti-wanti warganya.

Ia memperingatkan agar warganya bisa menahan diri hingga kondisi di Ibu Kota membaik.

Untuk mempertegas betapa bahaya pandemi Virus Corona (Covid-19), Anies menceritakan kisah pekerja di Ekuador yang menyebabkan keluarga besarnya meninggal satu persatu akibat tertular Covid-19.

Hadir di acara Indonesia Lawyers Club, Selasa (19/5/2020), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan anjuran kepada penduduk Jakarta yang terlanjur pulang ke rumahnya masing-masing.
Hadir di acara Indonesia Lawyers Club, Selasa (19/5/2020), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan anjuran kepada penduduk Jakarta yang terlanjur pulang ke rumahnya masing-masing. (YouTube Indonesia Lawyers Club)

 

Aturan Larangan Mudik Tak Dicabut, Mahfud MD Perintahkan untuk Awasi Jalan Tikus dan Kendaraan Besar

Pada acara Indonesia Lawyers Club, Selasa (19/5/2020), awalnya Anies memaparkan anjuran terkait mereka yang terlanjur mudik.

Ia mengatakan kepada orang-orang yang terlanjur keluar dari Jakarta agar tidak tergesa-gesa kembali ke Ibu Kota.

"Bagi mereka yang sudah keluar di rombongan awal umumnya bukan mereka yang tinggal di rumah tetap di Jakarta," kata Anies.

"Umumnya adalah pekerja migran, karena itu lah mereka pulang gelombang pertama."

"Saya anjurkan pada golongan yang pertama jangan kembali ke Jakarta dulu sampai situasi di sini semuanya bisa terkendali dengan baik," sambungnya.

Sedangkan bagi warga yang berada di Jakarta, Anies meminta agar mereka tetap mematuhi aturan yang berlaku hinga kondisi membaik.

"Bagi sekarang yang berada di Jakarta ini mulai hari taati peraturan," jelasnya.

"Tinggal lah di Jakarta demi kepentingan seluruh penduduk Indonesia, baik yang berada di kampung halaman maupun yang berada di sini."

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu memperingatkan betapa bahayanya Orang Tanpa Gejala (OTG) yang berpotensi tinggi menularkan Covid-19.

"Ingat, 80an persen dari mereka yang terpapar itu tanpa gejala, tidak punya gejala sama sekali," ujar Anies.

"Tapi bila Anda tidak bergejala, Anda merasa nyaman lalu pulang kampung kembali ketemu orangtua maka orangtua Anda, lingkungan Anda di sana berisiko untuk terpapar."

Ungkit Perjuangan Warganya Lawan Corona, Anies Baswedan: Indonesia Bisa, Bukan Indonesia Terserah

Kisah Pekerja Tulari Keluarganya

Anies lalu menceritakan sebuah kisah pekerja di Spanyol yang pulang ke tempat asalnya di Ekuador.

"Ada peristiwa yang sangat ironis bukan di Indonesia, kejadiannya di Ekuador," kata Anies.

Diceritakan Anies, pekerja asal Spanyol itu pulang ke Ekuador pada bulan Januari.

Diketahui Covid-19 telah masuk ke Spanyol pada akhir Januari.

Anies mengatakan sesampainya pekerja tersebut di Ekuador, ia bercengkerama melepas rindu dengan keluarga besarnya.

"Lalu karena pulang kampung dia menyapa kepada seluruh keluarganya, berpelukan dengan pamannya, dengan adiknya, saudaranya," kata Anies.

Namun menyusul momen melepas kerinduan tersebut, satu per satu keluarga yang melakukan kontak dengan pekerja itu meninggal.

"Satu per satu saudaranya terpapar dan satu per satu mereka meninggal karena kedatangan seorang yang pulang ke kampung dengan membawa Virus Covid-19."

Berkaca dari peristiwa tersebut, Anies kembali mengingatkan bahaya nekat pulang ke kampung halaman.

"Peristiwa ini tidak boleh terjadi di Republik Indonesia," kata Anies.

"Karena itu saya meminta kepadal sendiri semua warga Jakarta ambil sikap tanggung jawab, tahan diri."

"Tahun ini tidak pulang dan tegas saja bahwa tahun ini tidak pulang," pungkasnya.

Anies Baswedan Tegaskan Perpanjangan PSBB

Di sisi lain, sebelumnya Anies Baswedan kembali memperpanjang penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Dilansir TribunWow.com, PSBB DKI Jakarta akan diperpanjang selama dua pekan mulai 22 Mei 2020 atau setelah tahap kedua berakhir.

Selama perpanjangan PSBB yang memasuki periode ketiga tersebut, Anies Baswedan tetap menegaskan tidak ada istilah pelonggaran.

 Sebut Risiko Penularan Turun dari 4 Jadi 1, Anies Baswedan Tetap Perpanjang PSBB DKI Jakarta

Selain itu, Anies juga tidak akan membedakan penanganan Virus Corona dari segi umur.

Karena menurutnya, baik di bawah atau di atas usia 45 tahun, risiko penularannya akan sama.

Seperti yang diketahui, pemerintah pusat melalui Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo sebelumnya menyampaikan adanya pelonggaran kepada masyarakat dengan usia 45 tahun ke bawah.

"Tidak ada pelonggaran, tidak ada perbedaan usia, risikonya semua sama," ujar Anies dikutip dari acara Kabar Petang tvOne, Selasa (19/5/2020).

"Ketika kita berbicara tentang penularan, penularan bisa pada siapa saja," jelasnya.

Dirinya menyadari dari segi fatalitasnya, untuk masyarakat yang berusia 45 tahun ke atas atau bahkan lansia memiliki risiko kematian yang lebih tinggi.

Meski begitu, dikatakan Anies, bukan berarti lantas membiarkan mereka yang berusia 45 tahun ke bawah untuk bisa beraktivitas.

 Anies Baswedan Ungkap Peluang Jakarta Bisa Kembali Normal dan Bebas dari PSBB 2 Minggu Lagi

Yang ditekankan oleh Anies adalah meminimalisir terjadinya penularan.

Hal itu tentunya juga untuk menekan angka kematian.

"Memang risiko fatalitasnya berbeda, bagi yang lebih tua, lansia risiko kematiannya lebih tinggi, tetapi penularan bisa terus terjadi," ungkap Anies.

"Yang harus kita kendalikan adalah penularan," tegasnya.

Oleh karena itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengaku tidak ingin ada lagi kata pelonggaran PSBB.

Bahkan menurutnya, harus bisa lebih ditingkatkan.

Karena langkah utama untuk mempercepat mengatasi penyebaran Virus Corona tergantung kesadaran dari masyarakat untuk disiplin.

"Karena itu PSBB tetap sama, saya berkali-kali menegaskan bahwa jangan ada pembicaraan mengenai pelonggaran," terang Anies.

"Kita semua harus displin."

"Semakin banyak yang disiplin, maka semakin cepat," pungkasnya.

Simak video berikut ini menit ke-48.00:

 

(TribunWow.com/Anung/Jayanti)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Indonesia Lawyers Club (ILC)Anies BaswedanCoronaCovid-19
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved