Breaking News:

Virus Corona

Corona Sempat Dianggap Layaknya Flu, JK Samakan Indonesia dengan Amerika: Terlalu Mengentengkan

Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) secara blak-blakan menyebut pemerintah mengentengkan Virus Corona sejak awal muncul di Indonesia.

Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Atri Wahyu Mukti
YouTube Kompas TV
Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) dalam kanal YouTube Kompas TV, Rabu (20/5/2020). JK secara blak-blakan menyebut pemerintah mengentengkan Virus Corona sejak awal muncul di Indonesia. 

TRIBUNWOW.COM - Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) secara blak-blakan menyebut pemerintah mengentengkan Virus Corona sejak awal muncul di Indonesia.

Dilansir TribunWow.com, JK menyatakan sikap terlalu mengentengkan menjadi penyebab kini Virus Corona begitu sulit dikendalikan.

Terkait hal itu, ia pun menyinggung lonjakan kasus Virus Corona di Amerika dan sejumlah negara di Eropa.

Persiapan Pemberlakuan New Normal di Indonesia, BUMN dan Sekolah Buat Skenario Baru

Pernyataan tersebut disampaikan JK melalui kanal YouTube Kompas TV, Rabu (20/5/2020).

"Ya sebenarnya pemerintah mengetahui juga risikonya meski menafsirkan bahwa ini tidak berbahaya," jelas JK.

"Ini kurang berbahaya dengan menganggapnya sama dengan flu biasa dan sebagainya dan dapat sembuh sendiri."

JK menyatakan, Indonesia kini layaknya Amerika dan Eropa yang sejak awal meremehkan Virus Corona.

Karena itu, JK lantas meminta pemerintah secara cepat melakukan penanganan.

"Semua penafsiran itu, pengertian itu, langkah-langkah itu sama dengan yang terjadi di Amerika, di Eropa, menganggap remeh masalah," kata JK.

"Akhirnya dipahami setelah menular banyak, akhirnya susah dikendalikan."

Minta Pemerintah Introspeksi terkait Corona, Anies Baswedan: Penentuannya Ada di 2 Minggu ke Depan

Nilai Pemerintah Tak Tegas Urus Corona, Pakar: Dari Awal Takut, Akibatnya Tak Punya Kebijakan Solid

Menurut dia, penyebaran Virus Corona begitu cepat.

Disebutnya, virus asal China ini kini memakan korban lebih cepat dari awal munculnya di wilayah Wuhan, Desember 2019 lalu.

"Kita tahu semua virus ini penyebarannya luar biasa cepatnya dan berbahaya," ujar JK.

"Jadi saya sudah tulis di Kompas juga kan bahwa di dunia ini 1 juta pertama butuh dua bulan lebih."

Tak hanya di dunia, peningkatan penyebaran Virus Corona ini juga terjadi di Indonesia.

Ia menyebut, Indonesia kini dalam kondisi yang mengkhawatirkan.

"Tapi untuk satu juta berikutnya hanya butuh 16 hari, satu juga berikutnya hanya butuh sembilan hari," ucap JK.

"Di Indonesia juga 10 ribu pertama setengah bulan mulai Maret, tapi ini 10 ribu kedua hanya butuh 22 hari."

"Begitu cepatnya penyebaran ini, berarti ini sangat berbahaya," sambungnya.

Lantas, JK mengungkap presentase pasien yang dinyatakan positif terkena Virus Corona.

"Jangan lupa di Indonesia dari 100 persen orang yang dites, 10 persen positif."

"Dari 10 persen yang positif itu 7 yang meninggal, jangan lupa itu," tandasnya.

Di ILC, Ridwan Kamil Beri Kabar Menggembirakan Sebut Kasus Baru, Pasien, hingga Laju Corona Menurun

Simak video berikut ini menit ke-3.26:

 

 

Anies Baswedan Tegaskan Perpanjangan PSBB

Di sisi lain, sebelumnya Anies Baswedan kembali memperpanjang penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Dilansir TribunWow.com, PSBB DKI Jakarta akan diperpanjang selama dua pekan mulai 22 Mei 2020 atau setelah tahap kedua berakhir.

Selama perpanjangan PSBB yang memasuki periode ketiga tersebut, Anies Baswedan tetap menegaskan tidak ada istilah pelonggaran.

Sebut Risiko Penularan Turun dari 4 Jadi 1, Anies Baswedan Tetap Perpanjang PSBB DKI Jakarta

Selain itu, Anies juga tidak akan membedakan penanganan Virus Corona dari segi umur.

Karena menurutnya, baik di bawah atau di atas usia 45 tahun, risiko penularannya akan sama.

Seperti yang diketahui, pemerintah pusat melalui Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo sebelumnya menyampaikan adanya pelonggaran kepada masyarakat dengan usia 45 tahun ke bawah.

"Tidak ada pelonggaran, tidak ada perbedaan usia, risikonya semua sama," ujar Anies dikutip dari acara Kabar Petang tvOne, Selasa (19/5/2020).

"Ketika kita berbicara tentang penularan, penularan bisa pada siapa saja," jelasnya.

Dirinya menyadari dari segi fatalitasnya, untuk masyarakat yang berusia 45 tahun ke atas atau bahkan lansia memiliki risiko kematian yang lebih tinggi.

Meski begitu, dikatakan Anies, bukan berarti lantas membiarkan mereka yang berusia 45 tahun ke bawah untuk bisa beraktivitas.

Anies Baswedan Ungkap Peluang Jakarta Bisa Kembali Normal dan Bebas dari PSBB 2 Minggu Lagi

Yang ditekankan oleh Anies adalah meminimalisir terjadinya penularan.

Hal itu tentunya juga untuk menekan angka kematian.

"Memang risiko fatalitasnya berbeda, bagi yang lebih tua, lansia risiko kematiannya lebih tinggi, tetapi penularan bisa terus terjadi," ungkap Anies.

"Yang harus kita kendalikan adalah penularan," tegasnya.

Oleh karena itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengaku tidak ingin ada lagi kata pelonggaran PSBB.

Bahkan menurutnya, harus bisa lebih ditingkatkan.

Karena langkah utama untuk mempercepat mengatasi penyebaran Virus Corona tergantung kesadaran dari masyarakat untuk disiplin.

"Karena itu PSBB tetap sama, saya berkali-kali menegaskan bahwa jangan ada pembicaraan mengenai pelonggaran," terang Anies.

"Kita semua harus displin."

"Semakin banyak yang disiplin, maka semakin cepat," pungkasnya. (TribunWow.com)

Tags:
Virus CoronaCovid-19Jusuf KallaIndonesiaAnies BaswedanPSBB
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved