Breaking News:

Indonesia Terserah

Viral Tagar 'Indonesia Terserah', Dokter Soroti Aksi Warga yang Nekat Mudik: 'Udah Kesel Nih'

Chairman Junior Doctor Network Indonesia, dr Andi Khomaeni buka suara soal ramai tagar 'Indonesia Terserah' oleh banyak tenaga medis.

Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Ananda Putri Octaviani
YouTube lifestyleOne
Chairman Junior Doctor Network Indonesia, dr Andi Khomaeni dalam kanal YouTube lifestyleOne, Minggu (17/5/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Chairman Junior Doctor Network Indonesia, dr Andi Khomaeni buka suara soal ramai tagar 'Indonesia Terserah' oleh banyak tenaga medis.

Dilansir TribunWow.com, Andi mengaku bisa memahami alasan para tenaga medis akhirnya meluapkan kekesalannya melihat tindakan warga yang nekat langgar aturan penanganan Virus Corona.

Terkait hal itu, Andi lantas menyinggung padatnya arus mudik jelang Hari Raya Idul Fitri.

Di media sosial Twitter beredar gambar penumpukan penumpang di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (14/5/2020). Peristiwa penumpukan penumpang diduga menjadi pemicu munculnya tagar 'Indonesia Terserah'.
Di media sosial Twitter beredar gambar penumpukan penumpang di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (14/5/2020). Peristiwa penumpukan penumpang diduga menjadi pemicu munculnya tagar 'Indonesia Terserah'. (Kolase (instagram@dr.tirta) dan (Twitter via Kompas.com))

Ramai Tagar Indonesia Terserah, Dokter Sindir Pemudik: Dianjurkan Mudik Online Malah Mudik Offline

Santer Indonesia Terserah, IDI Sindir Aturan Pemerintah yang Gonta-ganti: Beban Makin Besar

Melalui kanal YouTube lifestyleOne, Minggu (17/5/2020), Andi menyebut ada dua hal yang menyebabkan munculnya tagar 'Indonesia Terserah;.

"Sebenarnya kami memang ada dua sisi, ada dua macam klaster barangkali respons yang muncul," jelas Andi.

"Kalau saya sih bisa memahami sisi dari teman-teman yang akhirnya mencoba mengedukasi dengan cara tagar tersebut."

Andi mengatakan, tagar tersebut diviralkan agar warga tahu betul kondisi para tenaga medis yang berjuang merawat pasien Virus Corona.

Tak hanya itu, Andi juga menyebut tagar itu bertujuan untuk mengedukasi warga.

"Agar masyarakat kembali 'Oh kayaknya ini udah kesel nih dokter sama perawat melihat situasi seperti itu'," ucap Andi.

"Tapi saya sendiri juga mencoba melihat kerangkanya menjadi lebih utuh."

Menurut Andi, kekesalan tenaga medis hingga memunculkan tagar 'Indonesia Terserah' itu tidak secara spontan terjadi.

Rapper Video Terserah Heran Lagunya Bisa Viral, Willy Winarko: Tiba-tiba Muncul di Grup Keluarga

Hal itu berkaitan dengan kepatuhan warga terhadap imbauan pemerintah.

"Ini kalau kita lihat itu tidak terjadi dalam satu malam," ujar Andi.

"Ada masyarakat kita yang sudah diedukasi untuk stay at home, jaga jarak itu benar-benar mereka melaksanakan."

"Dan kami harus salut sama yang sudah ikut ajakan tersebut," sambungnya.

Namun di sisi lain, ada pula warga yang disebutnya terang-terangan melanggar aturan.

Ia pun menyebut pengawasan terhadap begitu longgar.

"Tapi ada juga masyarakat yang berada di titik-titik penangkapan yang lain, penangkapan edukasinya itu loh," jelas Andi.

"Ada yang setengah-setengah, ada yang longgar banget kan."

Ia menambahkan, tenaga medis hingga kini masih berusaha mengedukasi warga agar menjaga diri dari paparan Virus Corona.

Terkait hal itu, Andi pun menyinggung banyaknya warga yang ngeyel dan nekat mudik ke kampung halaman.

"Dan itu kalau kita lihat dari hari ke hari tetap ada yang kita terus edukasi, ada juga yang seperti itu."

"Artinya mereka dianjurkan untuk mudik online tapi mudiknya mudik offline," tandasnya.

Sebut Aksi Indonesia Terserah Bentuk Keprihatinan, IDI Mengaku Kecewa Masyarakat Masih Abai

Simak video berikut ini menit ke-4.10:

Dokter Tak Peduli Warga Langgar Aturan 

Di sisi lain, Dokter relawan Covid-19 di Wisma Atlet, Debryna Dewi angkat bicara soal ramainya tagar 'Indonesia Terserah' oleh para medis.

Dilansir TribunWow.com, tagar 'Indonesia Terserah' muncul karena banyaknya warga yang melanggar aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Terkait hal itu, Debryna Dewi pun menyebut sudah tak mau ambil pusing soal tindakan warga yang meremehkan Virus Corona.

Sebelumnya, penutupan gerai McD di Sarina menuai kritikan karena banyak warga yang tak menaati aturan PSBB.

 PSBB akan Dilonggarkan, IDI Beri Contoh Penutupan McDonalds Sarinah: Monggo Saja Kalau Sudah Puncak

 Jatim Corona Terbanyak ke-2, Khofifah Izinkan Salat Ied di Masjid: PSBB Pembatasan Bukan Penghentian

Tak hanya itu, warga bahkan juga memenuhi Bandara Soekarno-Hatta untuk pulang ke kampung halaman.

Melalui kanal YouTube Kompas TV, Minggu (17/5/2020), Debryna menyebut tenaga medis merasakan marah sekaligus kecewa melihat aksi masyarakat yang nekat langgar PSBB.

Menurut Debryna, masyarakat seharusnya mematuhi PSBB agar terhindar dari penularan Virus Corona.

"Kami memang tidak menyukai adanya ketidakpatuhan masyarakat karena menurut kami tidak ada satupun orang yang seharusnya melanggar peraturan yang sudah diterapkan yang mendukung gerakan social distancing," jelas Debryna.

Tak hanya itu, Debryna juga menyebut tak ada satupun orang yang tak punya potensi tertular Virus Corona.

Termasuk masyarakat yang nekat berkerumun di tempat umum itu.

"Menurut kami tidak ada satupun orang yang bisa luput dari Coronavirus ini, makanya orang harus patuh dengan social distancing," jelas Debryna.

"Tidak ada yang kebal, tidak peduli siapapun, tidak peduli uangnya berapa, tidak peduli background-nya apa."

Karena itu, ia kembali mengingatkan masyarakat untuk mematuhi aturan PSBB.

 Sebut Bisnis Tak Bisa Tunggu Vaksin Corona Ditemukan, PM Italia Akhirnya Pilih Longgarkan Lockdown

Meskipun begitu, Debryna menyebut tagar 'Indonesia Terserah' yang disampaikan para tenga medis itu bukanlah wujud protes.

"Jadi semuanya harus patuh dengan peraturan, apapun peraturan yang mendukung social distancing," terang Debryna.

"Saya rasa kami tidak protes, kami tidak marah."

Ia tak memungkiri jika para tenaga medis merasakan sedikit kemarahan melihat tindakan warga yang nekat itu.

Lantas, Debryna meminta masyarakat mengingat bahwa para tenaga medis juga manusia yang perlu dijaga keselamatannya.

Ia juga mengaku lelah mengurusi banyaknya pasien Virus Corona yang makin bertambah.

"Marah mungkin iya cuma itu tadi ya sudah, kalau memang mau begitu terserah," ucap dia.

"Kalian tahu kamu juga manusia, mungkin kami memang capek, mungkin kami memang marah."

Namun, Debryna menyebut dirinya dan tenaga medis lainnya enggan menyerah.

Menurutnya, para tenaga medis akan tetap berjuang dan menjadi contoh masyarakat agar mau mematuhi anjuran pemerintah.

"Tapi ini kalau kita ngikutin kata-kata Ki Hajar Dewantoro, kita yang di depan, kita yang terjun dan mungkin kita dipandang oleh masyarakat."

"Kita memberikan contoh bahwa kita tidak akan menyerah dalam hal ini, kita akan tetap berjuang," tandasnya. (TribunWow.com)

Tags:
kelulusanIndonesia TerserahViral
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved