Breaking News:

Virus Corona

Situasi Corona, Jatim Batalkan Izin Salat Id di Ruang Publik, Khofifah: Di Rumah Masing-masing

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan larangan mengadakan salat Id di ruang publik seperti masjid dan tanah lapang.

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Satu keluarga melaksanakan salat tarawih berjamaah di rumah, di kompleks Rancamanyar Regency 1, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/4/2020). Majelis Ulama Indonesia (MUI) menghimbau selama pandemi virus corona (Covid-19) pelaksanaan ibadah salat tarawih selama Ramadan di rumah masing-masing, bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Khofifah menerangkan dirinya sudah melakukan sejumlah koordinasi dengan berbagai pihak.

"Kemudian kami tadi dilibatkan dalam rakor yang dikoordinasikan Menko Polhukam dan juga Menteri Agama juga memberikan arahan," kata Khofifah.

Berdasarkan hasil rapat tersebut, surat pertama yang dikeluarkan Sekda akhirnya dicabut.

Dengan demikian, Khofifah mengembalikan salat Id pada imbauan awal yakni untuk diadakan dalam keluarga masing-masing.

"Jadi kita mengimbau semua warga untuk salat Id di rumah masing-masing," tutup Khofifah.

Heran Jatim Macet, Ahli Epidemiologi Sebut Warga Kucing-kucingan dengan Petugas: Tahu Jalan Tikus

Lihat videonya mulai dari awal:

Jatim Masih Ramai di Kala PSBB

Ahli Epidemiologi Windhu Purnomo menanggapi situasi di Jawa Timur yang masih ramai meskipun ada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Seperti diketahui, Jawa Timur telah menerapkan PSBB di Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Sidoarjo sejak 28 April 2020.

Kebijakan tersebut diterapkan untuk menghambat penularan Virus Corona (Covid-19) yang menyentuh angka 1.536 kasus positif di Jawa Timur per Selasa (12/5/2020) pagi.

 Kata Khofifah Indar Parawansa soal PSBB 3 Wilayah Jawa Timur: Sidoarjo Ada Jam Malam, Surabaya Belum

Dikutip TribunWow.com, Windhu Purnomo menyoroti PSBB tidak begitu efektif menekan pertumbuhan kasus di Jawa Timur.

Ia menilai masih banyak pelanggaran yang dilakukan masyarakat, terutama pemudik dari daerah lain yang berpotensi membawa virus ke wilayah Jawa Timur.

"Mereka tahu saja jalan tikus, bahkan bis besar ada saja yang lolos sampai masuk ke daerah-daerah yang ada di Jawa Timur," ungkap Windhu Purnomo, dalam tayangan Kompas TV, Senin (11/5/2020).

"Padahal itu bis," ulangnya mempertegas.

Halaman
123
Sumber: Kompas TV
Tags:
Virus CoronaKhofifah Indar ParawansaSholat IdCovid-19
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved