Virus Corona
Transportasi Kembali Ramai, Sosiolog Imam Prasodjo Tegas Salahkan Kemenhub: Mohon Maaf
Sosiolog Imam Prasodjo dengan tegas menyalahkan Kemenhub terkait ramainya kembali moda transportasi di tengah pandemi Virus Corona.
Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Sosiolog Imam Prasodjo dengan tegas menyalahkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait ramainya kembali moda transportasi di tengah pandemi Virus Corona.
Dilansir TribunWow.com, Imam Prasodjo menyebut keputusan Kemenhub yang mengizinkan kembali semua moda transportasi untuk beroperasi dinilai tidak tepat.
Menurutnya, hal itu seperti memberikan ruang bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas bepergian.
Seperti misalnya terjadi di Bandara Soekarno Hatta yang bahkan sempat mengakibatkan kerumunan cukup panjang.

• Singgung Korea Selatan, Ridwan Kamil Ungkap Kendala yang Dihadapi Jawa Barat dalam Pencegahan Corona
Menurutnya, ditambah lagi dengan melihat karakter masyarakat Indonesia yang memang banyak melakukan pelanggaran.
Hal ini disampaikan Imam Prasodjo dalam acara Sapa Indonesia Malam yang tayang di kanal Youtube KompasTV, Minggu (17/5/2020).
"Kultur Indonesia banyak sekali pelanggaran-pelanggaran," kata Imam.
"Akhirnya regulasi dari Kementerian Perhubungan, mohon maaf kalau saya terpaksa harus mengatakan," jelasnya.
"Bahwa lubang terbesar adalah di Kementerian Perhubungan," tegasnya.
Sama halnya dengan masyarakat, bisnis transportasi tentunya juga memanfaatkan kebijakan tersebut.
Meski pemerintah menyebutnya memberikan pengawasan yang ketat, Imam Prasodjo menyebut tidak mungkin sebuah transportasi bisa berjalan jika penumpangnya sedikit.
Hal itu tentunya justru menjadi kerugian tersendiri untuk pihak transportasi.
• New Normal sebagai Cara Hidup Baru Pasca-pandemi Virus Corona, Jokowi: Berkompromi dengan Covid
"Terus yang kedua adalah bisnis transportasi," kata Imam Prasodjo.
"Tentu bisnis transportasi memanfaatkan situasi seperti ini karena tentu mereka juga bukan lembaga yang tidak merugi," sambungnya.
Lebih lanjut, sedangkan dari sudut pandang masyarakat sendiri, sangat dimaklumi keinginan mereka untuk bisa pulang kampung dan berlebaran bersama dengan keluarga.