Virus Corona
Ngaku Bosan, 10 Pasien Corona di Ternate Kabur dari Karantina: Mereka Merasa Sehat Tanpa Gejala
Sepuluh pasien Virus Corona (Covid-19) kabur dari tempat karantina di Hotel Kota, Ternate, Maluku Utara pada Kamis (14/5/2020).
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNWOW.COM - Sepuluh pasien Virus Corona (Covid-19) kabur dari tempat karantina di Hotel Sahid Bela, Ternate, Maluku Utara pada Kamis (14/5/2020).
Dilansir TribunWow.com, para pasien tersebut merasa sudah terlalu lama berada diisolasi untuk mendapatkan perawatan dari penyakit yang mudah menular tersebut.
Selain itu, mereka khawatir dengan kondisi ekonomi keluarga setelah lama ditinggal.

• Pasien Positif Covid-19 Jadi Imam Tarawih di Tambora, Camat: 28 Orang Kita Lakukan Isolasi Mandiri
Kejadian tersebut sempat terekam oleh warga setempat dan menjadi viral.
Dalam video tersebut, tampak sepuluh pasien Virus Corona menggendong tas besar berisi pakaian mereka.
Para petugas Satpol PP yang mengejar mereka tidak berani mendekat karena tidak mengenakan pakaian alat pelindung diri (APD) lengkap.
Akibatnya warga sekitar menjadi panik.
Pada akhirnya sejumlah petugas tim Gugus Tugas Covid-19 Maluku Utara datang dengan APD untuk mengamankan para psien tersebut.
Mereka kemudian memberikan penjelasan agar para pasien kembali bersedia diisolasi.
Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Maluku Utara Alwia Assagaf mengonfirmasi kejadian tersebut.
"Mungkin karena ada fase di mana petugas beristirahat, sehingga mereka menggunakan celah ini untuk kabur," kata Alwia Assagaf, dalam tayangan Kompas TV, Kamis (14/5/2020).
Saat ini penjagaan di lokasi karantina diperketat dengan aparat TNI dan Polri.
Alwia kemudian mengungkapkan alasan 10 pasien tersebut nekat kabur.
"Mereka merasa sudah terlalu lama berada di lokasi karantina," paparnya.
• Nasib Apes Dukun di Bogor Jadi ODP seusai Dikunjungi Pasien Positif Corona yang Enggan Diisolasi
"Jadi rata-rata mereka yang kabur ini kurang lebih satu bulan, sebagiannya kurang dari satu bulan berada di lokasi karantina," lanjut Alwia.
Selain itu, mereka ingin menengok keluarga yang ditinggalkan di rumah selama menjalani isolasi.
"Mereka ini rindu dengan keluarga. Mereka memikirkan keluarga yang di rumah," jelas Alwia.
Mereka merasa sehat karena tidak ada gejala penyakit serius yang ditunjukkan.
Selain itu, selama isolasi mereka hanya mendapat perawatan dan pelayanan yang biasa.
"Kemudian mereka merasa mereka ini sehat, mereka tidak menunjukkan gejala apa-apa," kata Alwia.
"Setiap hari hanya dikasih vitamin, makan, minum, tapi mereka merasa tidak sakit," tambahnya.
Para pasien tersebut juga sempat mempertanyakan hasil tes yang belum sempat diberikan.
"Kemudian mereka mempertanyakan hasil laporan laboratorium, harusnya dikasih ke mereka," kata Alwia.
"Dari awal mereka masuk Rumah Sakit Chasan Basoeri sebagai rujukan provinsi di Ternate, sampai kemudian mereka dipindah ke karantina, itu petugas selalu menjelaskan tentang sakitnya," lanjut dia.
Setelah hasil tes keluar, setiap pasien telah diberitahu satu per satu bahkan dilengkapi dengan tanda tangan dokter spesialis yang bertanggung jawab.
"Sudah dua minggu ini kami buatkan hasilnya per orang dengan tanda tangan spesialis patologi klinik," jelas Alwia.
• Kronologi Pasien Corona Pulang dari RS dan Hilang 3 Hari, Ternyata Berobat ke Dukun
Lihat videonya mulai menit 8:00
Pasien Corona Kabur dan Berobat ke Dukun
Seorang pasien perempuan berinisial E (42) yang dinyatakan positif terkena Virus Corona (Covid-19) ditemukan tengah berobat ke dukun segala penyakit.
Dikutip TribunWow.com, pasien tersebut tinggal di Desa Balekambang, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Ibu tersebut mengaku memilih berobat ke dukun daripada di rumah sakit karena alasan ekonomi.
• Geram Banyak Pasien Covid-19 Berasal dari Luar Surabaya, Risma Minta Sistem Rujukan RS Dibenahi
Awalnya, E diduga mengidap penyakit semacam tuberkulosis (TBC) dan menjalani perawatan di rumah sakit swasta.
Melihat tidak ada perkembangan dari kondisi tubuhnya, E kemudian memutuskan untuk pulang.
Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Puskesmas Sukamakmur Teguh Yudiana.
"Awalnya dia ke rumah sakit untuk berobat karena sakit TBC," papar Teguh Yudiana, dikutip dari Kompas.com, Rabu (13/5/2020).
"Karena selama dirawat tidak ada perbaikan yang signifikan, ditambah lagi ekonominya, akhirnya dia ke dukun," lanjutnya.
Saat diperiksa, E juga menderita gejala serupa Covid-19, yakni demam dan sesak napas.
Akhirnya ia diminta menjalani rapid test dan hasilnya reaktif.
E diminta kembali menjalani tes swab PCR di rumah sakit tersebut.
Sementara menunggu hasil tes keluar, E meminta agar dapat pulang ke rumahnya.
Ia beralasan ingin bertemu anak dan suaminya.
"Dia memaksa pulang karena suami dan ketemu sama anaknya juga," jelas Teguh.
• Cerita Pasien 01 Covid-19 Sita Tyasutami, Pernah Gagal Sembuh karena Stres: Gejala Kembali Datang
Setelah hasil tes keluar beberapa hari kemudian, E diketahui positif Virus Corona.
E diharuskan untuk segera melakukan isolasi diri di RSUD Cileungsi, tetapi pihak keluarga menolak.
Petugas medis kemudian berupaya memaksa pasien agar mau diisolasi sesuai protokol kesehatan yang berlaku.
Namun E tetap bersikeras menolak.
"Pihak RS dan puskesmas koordinasi untuk jemput lagi pasien ini. Ditelepon juga sudah, tapi dia menolak untuk dirawat atau isolasi kembali," kata Teguh.
Kemudian ketika didatangi petugas untuk dijemput paksa, ternyata pasien E sudah tidak ada di rumahnya.
Hal itu terjadi sampai tiga hari kemudian.
"Jumat sore sudah tidak ada di rumahnya saat mau dijemput. Akhirnya kita cari mulai Jumat sore sampai Minggu itu enggak ketemu, 'kan bahaya dia positif," jelas dia.
Para petugas medis mulai khawatir E akan kontak dengan orang lain dan menyebabkan virus semakin meular.
Tim medis kemudian mendapat informasi bahwa E sedang mencari dukun untuk berobat.
• Kenal 8 Tahun dan Hampir Menikah, Batal saat dr Michael Marampe Meninggal: Pasiennya Diduga Covid
"Pas hari Senin itu jam 12.00 dapat kabar bahwa pasien ini berobat ke dukun," ungkap Teguh.
Saat ditemui, ternyata benar adanya E sedang berobat pada seorang dukun segala penyakit.
"Memang di Sukamakmur ada dukun yang tenar bisa mengobati segala macam penyakit katanya," paparnya.
"Kecurigaan kita benar, ternyata pasien ada di sana setelah kita cek nama dia," lanjut Teguh.
E kemudian dijemput paksa oleh delapan petugas dengan pakaian alat pelindung diri (APD) dan dibawa menggunakan ambulans ke RSUD Cileungsi. (TribunWow.com/Brigitta Winasis)