Breaking News:

Virus Corona

Masih Fokus Tangani Covid-19, Menkeu Sri Mulyani Nyatakan Tak Ada Anggaran untuk Ibu Kota Baru

Menkeu Sri Mulyani menegaskan pihaknya tak menyediakan anggaran untuk pembangunan ibu kota baru karena pemerintah fokus untuk pemulihan ekonomi.

Penulis: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Editor: Lailatun Niqmah
YouTube KompasTV
Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani menjelaskan kondisi keuangan negara terkait pembiayaan di masa pandemi Covid-19, Kamis (14/5/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyatakan pemerintah kini tak mencadangkan anggaran untuk pembangunan ibu kota baru pada RAPBN 2021.

Menurut Sri Mulyani, saat ini pemerintah tengah fokus dalam penanganan Covid-19.

Dilansir oleh Kompas.com, Sri Mulyani mengatakan telah menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa anggaran tersebut untuk memulihkan perekonomian yang terpukul akibat pandemi.

Ilmuwan Temukan Risiko Tsunami di Dekat Calon Ibu Kota Baru Indonesia di Kaltim, Ini Penjelasannya

Akibat Corona, Effendi Gazali Imbau Publik Stop Bicarakan Ibu Kota Baru: Kesannya Asal Bapak Senang

Kendati demikian, ia mengatakan tak menutup kemungkinan apabila perencanaan ibu kota negara baru (IKN) tetap dilakukan.

Hal tersebut ia katakan dalam acara Rosi di KompasTV, Kamis (14/5/2020) malam.

"Kalau perencanaan ya silakan saja perencanaan, namun pengeluaran belanja IKN itu enggak ada dan di 2021 tidak dicadangkan untuk itu," ujar Sri Mulyani ketika memberi paparan dalam acara "Rosi" di Kompas TV.

"Karena fokus kita, saya sampaikan kepada Pak Presiden, 'Ini masih pemulihan, Bapak'," lanjut Sri Mulyani.

Desak Pemerintah Fokus Tangani Virus Corona, Dede Yusuf: Jangan Lagi Berpikir Pindah Ibu Kota

Ketimbang Jadi Bos Ibu Kota Baru, Djarot Saiful Minta Ahok Tetap di Pertamina: 2024 Masih Panjang

Perempuan yang akrab disapa Ani itu pun mengatakan, pada APBN 2020 pun pemerintah belum mengalokasikan anggaran khusus untuk pembangunan ibu kota baru.

Alokasi yang ada hanya pembangunan infrastruktur jalan yang masuk anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Secara keseluruhan, anggaran Kementerian PUPR tahun ini telah dipangkas sebesar Rp44,58 triliun dan mengalokasikannya untuk membantu menangani pandemi Covid-19.

Dengan adanya realokasi tersebut, Daftar Isian Paket Anggaran (DIPA) yang awalnya sebesar Rp120,217 triliun menjadi hanya Rp75,632 triliun.

Adapun Sri Mulyani pun mengatakan, jika memang pemulihan bisa berlangsung secara cepat, pembangunan ibu kota baru bisa menjadi salah satu faktor pendorong perekonomian.

"Presiden bilang (pembangunan IKN) ditunda di situasi seperti ini," ujar Sri Mulyani.

"Moga-moga kalau pemulihan cepat, kita bisa saja membuat itu bagian dari pemulihan ekonomi."

"Namun, untuk saat ini tidak, karena saat ini fokus kita kesehatan, membantu masyarakat dan dunia usaha untuk survive," jelas dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Sri Mulyani: Tidak Ada Alokasi Anggaran Ibu Kota Baru pada APBN 2021

Sumber: Kompas.com
Tags:
Ibu Kota BaruSri MulyaniVirus CoronaPemindahan Ibu Kota
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved