Terkini Nasional

Ilmuwan Temukan Risiko Tsunami di Dekat Calon Ibu Kota Baru Indonesia di Kaltim, Ini Penjelasannya

Para ilmuwan dari Inggris dan Indonesia menemukan potensi risiko di lokasi dekat calon ibu kota baru RI.

Instagram @jokowi
Lokasi ibu kota baru di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur 

TRIBUNWOW.COM - Para ilmuwan dari Inggris dan Indonesia menemukan potensi risiko di lokasi dekat calon ibu kota baru RI.

Dikutip dari BBC, mereka menemukan bahwa di Selat Makassar, antara pulau Kalimantan dan Sulawesi, sempat terjadi beberapa kali tanah longsor bawah laut.

Menurut para ilmuwan itu, apabila peristiwa longsor yang paling besar terulang, maka akan ada tsunami di kawasan Teluk Balikpapan — daerah yang dekat dengan calon ibu kota.

Peringatan Dini BMKG Besok, Jumat 24 April 2020: Waspada Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi

Meski demikian, tim peneliti yang terdiri dari ilmuwan Inggris dan Indonesia itu mengatakan tidak perlu bereaksi berlebihan.

"Masih banyak pekerjaan yang harus kami lakukan untuk menilai situasi ini dengan tepat."

"Namun demikian, ini adalah sesuatu yang mungkin harus dipertimbangkan sebagai risiko oleh pemerintah Indonesia — meskipun kita hanya membicarakan peristiwa 'frekuensi rendah, dampak tinggi'," kata Dr. Uisdean Nicholson dari Heriot-Watt University, Inggris.

Tim penelitiannya menggunakan data seismik untuk menyelidiki sedimen dan strukturnya di dasar laut Makassar.

Survei tersebut mengungkap 19 zona di sepanjang selat tempat lumpur, pasir, dan lanau jatuh ke lereng yang lebih dalam.

Beberapa peristiwa longsor ini melibatkan material sebanyak ratusan kilometer kubik — volume yang sangat mampu mengganggu kolom air, dan menghasilkan gelombang besar di permukaan laut.

Akibat Corona, Effendi Gazali Imbau Publik Stop Bicarakan Ibu Kota Baru: Kesannya Asal Bapak Senang

a

"Tanah longsor ini – atau yang kami sebut Mass-Transport Deposits (MTD) – cukup mudah dikenali dalam data seismik," jelas Dr.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Lailatun Niqmah
Sumber: BBC Indonesia
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved