Virus Corona

Desak Pemerintah Fokus Tangani Virus Corona, Dede Yusuf: Jangan Lagi Berpikir Pindah Ibu Kota

Kritisi pemerintah yang dinilai lamban menangani pandemi Virus Corona, mantan aktor Dede Yusuf meminta menghentikan proses pembangunan ibu kota baru.

YouTube beepdo
Mantan aktor Dede Yusuf Macan Effendi yang kini menjabat sebagai anggota DPR RI menyatakan bahwa ia rela gajinya dipotong 50 persen. 

TRIBUNWOW.COM - Mantan aktor Dede Yusuf meminta pemerintah untuk menghentikan proses pembangunan ibu kota baru demi menangani pandemi Virus Corona.

Dede yang kini menjabat sebagai anggota Komisi X DPR RI periode 2019-2024 tersebut menilai pemerintah lamban dalam menangani Covid-19 dan meminta pemerintah untuk lebih fokus.

Pernyataan tersebut diutarakannya dalam sebuah video yang diunggah di akun YouTube beepdo, Selasa (31/3/2020).

UPDATE Virus Corona di Indonesia 31 Maret 2020: 1528 Orang Positif, 136 Meninggal, 81 Sembuh

Dede mengajak untuk menghentikan program-program pemerintah yang dirasa kurang signifikan dan beralih menanggulangi pandemi Virus Corona.

"Fokuskan anggaran-anggaran untuk hal-hal yang membantu, para dokter, para tenaga medis, tenaga kesehatan kita, TNI, Polri," ujar Dede.

"Jangan lagi berpikir bahwa kita mau pindah ibu kota membangun insfrastruktur ini dan itu. Fokus sekarang pada kesehatan. Nyawa satu manusia sangat berharga," imbuhnya.

Dede kemudian menyinggung kabar mengenai rekan sejawatnya dan sejumlah petugas kesehatan yang meninggal karena Virus Corona.

"Kemarin saya mendengar ada dua kawan kami anggota DPR, yang telah mendahului, meninggal karena faktor mungkin terjangkit virus ini. Beberapa dokter juga yang meninggal, bahkan sudah banyak yang meninggal," terang Dede.

Ia kemudian mengajak segenap kalangan untuk bersama-sama berjuang menanggulangi pandemi Virus Corona yang tengah merebak.

"Kita harus serius, kita harus hadapi ini dengan sikap yang benar-benar berani, bukan acuh. Tapi kita berani mengambil tanggungjawab, ini bagi kita, bagi keluarga kita, bagi rakyat kita," tegasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved