Virus Corona
Sempat Viral karena Kritik Menteri, Bupati Boltim di ILC: Saya Mungkin Bupati yang Agak Aneh
Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Salim kini tengah menjadi pembicaraan publik.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Salim kini tengah menjadi pembicaraan publik.
Sehan Salim diketahui sempat menyuarakan kritik kerasnya pada para menteri terkait Bantuan Sosial (Bansos).
Di acara Indonesia Lawyers Club pada Selasa (12/5/2020), Sehan Salim mengaku dirinya bupati yang aneh.

• Emosi karena Bansos, Bupati Boltim di ILC: Jangankan Dihukum di Dunia, Allah yang akan Hukum Saya
Sebelumnya, Sehan Salim secara khusus memberikan sapaannya pada Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin.
"Baik Pak Karni yang saya hormati, menteri dan saya lihat juga ada sahabat saya, Pak Ali Ngabalin sebagai Juru Bicara Kepresidenan, Assalamualaikum Bang Ali," ujar Sehan.
Lalu, Sehan menyapa Bupati Lumajang, Thoriqul Haq yang diketahui sempat berseteru dengannya terkait ucapan tak pantas pada menteri.
"Dan terutama Adinda saya, Adinca Cak Thoriq, Adinda saya Bupati Lumajang yang Alhamdullilah yang malam ini kita dipertemukan walaupun hanya lewat layar, Alhamdulillah atas rahmat Allah," ungkapnya.
Terkait permasalahan bansos dengan Pemerintah Pusat, Sehan awalnya mengaku dirinya memang seorang bupati yang aneh.
"Bang Karni ada tiga hal mungkin, yang pertama kebijakan Pemerintah Daerah Bolaang Mongondow Timur, jadi begini, saya kemungkinan bupati yang agak rada-rada aneh," ucapnya.
Lalu, Sehan menjelaskan bahwa sejak Februari sebenarnya ia sudah merasa akan ada sesuatu bencana.
"Sebenarnya saya sejak 15 Februari saya sudah tahu bahwa akan ada persoalan besar Bang Karni yang akan kita hadapi secara nasional dan tentunya dampaknya ke Bolaang Mongondow Timur," ujar Sehan.
• Bela Para Menteri Jokowi, Bupati Lumajang Peringatkan Bupati Boltim: Jangan-jangan Anda Salah Urus
Sehingga ia sempat memperingatkan jajarannya untuk hati-hati dalam pengganaan anggaran.
"Karena bulan saya Februari sudah memperingatkan Sekretaris Daerah saya untuk penggunaan daerah DAU itu hati-hati."
"Dia sempat tanya di rapat kecil, ada apa? Saya bilang situasi negara kita itu kelihatan saya tidak yakin, DAU kita akan terpenuhi sebagaimana asumsi," jelasnya.
Kemudian, Sehan menegaskan bahwa dugaanya semakin terbukti ketika Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi terjangkit Virus Corona,