Breaking News:

Virus Corona

Sempat Viral karena Kritik Menteri, Bupati Boltim di ILC: Saya Mungkin Bupati yang Agak Aneh

Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Salim kini tengah menjadi pembicaraan publik.

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Atri Wahyu Mukti
Channel YouTube Indonesia Lawyers Club
Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Salim kini tengah menjadi pembicaraan publik. 

Dugaan Virus Corona akan meluas ke mana-mana benar-benar terjadi.

"Ternyata benar itu Bang Karni, Februari (Maret) yang terkenan dampak positif itu baru 7 termasuk Menteri Perhubungan, saya tahu akan meluas kemana-mana, feeling saya karena saya sudah 38 tahun di dunia politik, naluri saya itu jalan begitu," ungkapnya.

Pada minggu ke-3 Maret, Sehan mengaku langsung menginstrusikan seluruh jajarannya untuk mempersiapkan segalanya.

Mulai dari kebijakan untuk mencegah penyebaran Virus Corona hingga skema bantuan.

"Alhamdulillah setelah pada minggu ke-3 Maret, itu Pemerintah Pusat lewat Pemerintah Provinsi menginstrisikan, agar seluruh daerah mempersiapkan dan waktu itu dimintakan untuk mengeluarkan sebagai daerah siaga," ucap dia.

Kian Memanas, Bupati Boltim Balas Bupati Lumajang: Anda Cuma Kasih 5 Kg Beras, Saya Minimal 15 Kg

Lihat videonya sejak menit awal:

Ungkap Alasan Mengapa Kritik Keras Menteri

Sebelumnya, Sehan sempat membalas pernyataan Bupati Lumajang, Thoriqul Haq.

Dilansir TribunWow.com dari channel YouTube tvOneNews pada Minggu (10/5/2020), Sehan mengatakan bahwa penyaluran dana bansos tidak sesuai dengan daerahnya.

 Kian Memanas, Bupati Boltim Balas Bupati Lumajang: Anda Cuma Kasih 5 Kg Beras, Saya Minimal 15 Kg

"Beda dong, saya bicara regulasi tidak berkesusuain daerah kita."

"Kedua dari Menteri Sosial itu rekrutnya gampang karena di dalam penyebutan dalam surat edaran yang dimintakan oleh Menteri Sosial pokoknya semua yang kena dampak," jelas Sehan Salim.

Sehan Salim menjelaskan bahwa yang membuat dirinya mengkritik Juliari Batubara adalah soal penerima bansos harus memiliki rekening.

Menurutnya, itu menyulitkan warga Boltim.

"Nah berarti semua kena dampak kita diberikan kuota 4.446, kita rekrut itu gampang."

"Tapi yang sulitnya itu untuk menerimakan karena dipersyaratkan harus buka rekening, di situ juga saya protes karena menyusahkan rakyat saya," lanjut Sehan.

Sehan menjelaskan bahwa warga harus keluar uang sekitar Rp 450 ribu terlebih dahulu untuk mendapatkan dana bantuan sebesar Rp 600 per bulan.

Halaman
123
Tags:
Virus CoronaCovid-19Indonesia Lawyers Club (ILC)Karni IlyasSehan SalimAli Mochtar Ngabalin
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved