Terkini Nasional
Din Syamsuddin Bongkar Percakapan dengan Jokowi: Dia Baik tapi Tak Bisa Atasi Orang Buruk di Sekitar
Ketua PP Muhammadiyah 2005-2015 Professor Din Syamsuddin mengungkap pembicaraan rahasianya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Atri Wahyu Mukti
Menurutnya, pemilihannya kepada Jokowi bukan karena berkaitan dengan diplomatik.
Bukan karena dirinya sekarang berada di sisi pemerintahan sebagai Duta Besar.
Tantowi mulanya menjelaskan bahwa jabatannya sebagai duta besar bukan murni bagian dari pemerintah, tetapi cabang yang berada di luar negeri.
"Jujur ya, saya pilih Presiden Jokowi, bukan karena diplomat," ujar Tantowi.
"Saya adalah cabang dari pemerintahan, jadi saya itu adalah petugas yang diberikan amanah untuk menjalankan pemerintahan Indonesia di luar negeri," jelasnya.
"Karena politik luar negeri yang saya jalankan adalah manifestasi dari politik dalam negeri," sambungnya.
Menurut Tantowi, apa yang dilakukan di luar negeri tugasnya tidak berbeda dengan Presiden Jokowi, yakni memberi manfaat untuk rakyat.
"Jadi persis sama dengan Presiden Jokowi, apapun yang dia lakukan dan dia pikirkan harus bermanfaatkan sebanyak-banyaknya untuk rakyat Indonesia," kata Tantowi.
• Sindir Pemerintah dan Buzzer, Refly Harun: Kalau Saya Jadi Penguasa, Saya Biarkan Orang Mengkritik
Sementara itu, Tantowi menjelaskan alasan kenapa dirinya tidak lantas memilih Airlangga Hartarto yang notabene merupakan ketua umumnya di Partai Golkar.
Dirinya menjelaskan bahwa semua kader partai yang mengabdi untuk negara maka tidak selamanya terikat dengan partai pengusungnya.
Meski begitu, semua orang, bahkan Presiden juga sudah tentu tau dari mana asal partainya.
"Kenapa saya tidak memilih Pak Airlangga Hartarto yang notabene merupakan ketua umum partai saya, sederhana jawabannya, siapapun dia kader partai politik manapun ketika dia sudah mengabdi kepada negara lewat struktur pemerintahan," ujarnya.
"Maka dia itu istilahnya sudah dihibahkan oleh partai politik, sudah diwakafkan partai politiknya kepada pemerintah," ungkapnya.
"Namun demikian, rakyat apalagi presiden tahu dari mana saya berasal dan itu akan termanyfestasi dari saya bersikap dari saya memandang segala sesuatu akan kelihatan warna partainya," imbuhnya.
Lebih lanjut, Tantowi juga mempunyai alasan tersendiri mengapa dirinya tidak memilih saudara kandungnya, Helmy Yahya.
• Kritik Pemerintahan Jokowi, Refly Harun Kembali Ungkit soal RUU KPK: Ingin Bungkam Pengkritik
Menurutnya, dalam urusan pekerjaanya saat ini, mantan anggota DPR itu mengaku di luar pekerjaannya.
"Karena ideologi partai itu inhepren ke setiap kadernya, kalau Helmy, dia saudara saya, tetapi dalam konteks pekerjaan ini enggak ada hubungannya sama saya," pungkasnya.
Simak videonya mulai menit ke- 24.35:
(TribunWow.com/Mariah Gipty/Elfan Fajar N)