Terkini Nasional

Kritik Pemerintahan Jokowi, Refly Harun Kembali Ungkit soal RUU KPK: Ingin Bungkam Pengkritik

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun kembali mengungkit soal revisi undang-undang (RUU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

YouTube Refly Harun
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun mengungkit soal revisi undang-undang KPK, Minggu (10/5/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun  kembali mengungkit soal revisi Undang-Undang (RUU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dilansir TribunWow.com, Refly Harun menilai RUU KPK adalah satu dari sejumlah kebijakan buruk di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Refly Harun pun menyinggung soal banyaknya warga yang justru dikriminalisasi saat mengkiritik pemerintah. 

Demo menolak Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) dan Revisi Undang-undang KPK kembali terjadi, Senin (30/9/2019).
Demo menolak Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) dan Revisi Undang-undang KPK Senin (30/9/2019). (Kompas TV via Channel Tribunnews.com)

 Komentari Konflik Said Didu dan Luhut Binsar, Refly Harun Tuai Banyak Hujatan: Pikirannya Cuma Uang

 Maju Mundur Aturan Transportasi, Refly Harun Sebut Kemenhub Tidak Tunduk di Bawah Koordinasi BNPB

Hal itu disampaikannya melalui kanal YouTube Refly Harun, Minggu (10/5/2020).

"Yang menjadi persoalan itu adalah kalau kebijakan itu adalah kebijakan yang koruptif, kebijakan yang ditunggangi oleh free riders, kebijakan yang ditunggangi oleh penumpang gelap," ucap Refly.

Refly mengatakan, para pengkritik kini bahkan terancam akan dikriminalisasi jika terus nekat meyampaikan kritikan.

"Ini biasanya tidak hanya kebijakannya itu buruk, tapi siapa yang mengiritik kebijakan tersebut malah akan dihantam balik," terang Refly.

"Bahkan bisa dikriminalisasi."

Terkait hal itu, Refly lantas kembali mengungkit revisi Undang-Undang KPK, 2019 lalu.

Menurut dia, tak ada satupun pakar setuju dengan kebijakan yang disebutnya buruk itu.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Lailatun Niqmah
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved