Terkini Nasional
Din Syamsuddin Bongkar Percakapan dengan Jokowi: Dia Baik tapi Tak Bisa Atasi Orang Buruk di Sekitar
Ketua PP Muhammadiyah 2005-2015 Professor Din Syamsuddin mengungkap pembicaraan rahasianya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Atri Wahyu Mukti
"Saya bukan mafialogi kita bukan mafiaologui, kriminologi, tapi kenyataanya ada masih kuat, dan ini akan merusak tatanan good governance," kritiknya.
Selain itu, Din menyebut ada pihak-pihak yang ingin mencari keuntungan dari Jokowi.
Din menilai itu orang-orang itu bukan penumpang gelap namun memiliki niatan yang salah.
"Yang kedua ternyata ada pihak-pihak yang sebenarnya ingin mencari keuntungan dari posisinya di kehidupan negara ini."
"Terang-terangan bahwa di awal di belakang untuk mendukung sebuah proses jadi bukan free riders, ya malintention," katanya.
Mantan Utusan Khusus Jokowi ini menyimpulkan, sebenarnya Presiden ke-7 RI itu sosok yang baik.
Namun, Jokowi disebut tak mampu mengatasi orang-orang di sekitarnya.
• Ahli Epidemiologi Meyakini Target Jokowi Kurva Corona Turun Bulan Mei: Itu Kan Perintah Orang Marah
"Nah, ini yang pada hemat saya Pak Jokowi itu orang baik saya tahu, saya sering berinteraksi dengan Beliau selama jadi utusan khusus setahun lebih."
"Cuma saya bilang 'Bapak ini orang baik tapi saya lihat Bapak ini tidak mampu mengatasi orang-orang buruk di sekitarnya, Beliau diam saja," ucapnya.
Din menambahkan yang terpenting baginya sempat menyampaikan hal-hal yang benar bagi Jokowi.
Lihat vidoenya mulai menit ke-33:38:
Tantowi Yahya Pilih Jokowi
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun memberikan tantangan kepada Duta Besar RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya.
Refly Harun meminta kepada Tantowi Yahya untuk memilih dari tiga pilihan tokoh, yakni Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Presiden Jokowi dan mantan Dirut TVRI Helmy Yahya yang juga merupakan saudara kandungnya.
Dilansir TribunWow.com dalam tayangan Youtube Refly Harun, Sabtu (9/5/2020), tanpa berpikir panjang, Tantowi menjatuhkan pilihan kepada Presiden Jokowi.

• Refly Harun Ungkap Kekhawatiran Sistem Pemerintah ke Depan: Menuju Jurang Otoritarianisme