Breaking News:

Virus Corona

Nasib Malang Karyawan Start-up Terdampak Covid-19, Dipecat Lewat WhatsApp, Akhirnya Ditinggal Istri

Bagus pegawai startup yang berada di Jakarta harus rela kehilangan pekerjaannya yang belum genap satu bulan karena dampak pandemi Covid-19.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Claudia Noventa
youtube Najwa Shihab
Bagus pegawai startup yang berada di Jakarta harus rela kehilangan pekerjaannya yang belum genap satu bulan karena dampak Covid-19. 

TRIBUNWOW.COM - Pandemi Virus Corona (Covid-19) menyebabkan banyak orang yang bekerja di sektor informal terkena imbasnya.

Banyak dari mereka terpaksa kehilangan mata pencahariannya karena di-PHK oleh perusahaan tempat mereka bekerja.

Bagus adalah satu dari sekian banyak orang yang kehilangan pekerjaannya sebagai imbas dari Covid-19.

Sejumlah pekerja berjalan usai bekerja di perkantoran di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (4/5/2020). Hingga hari ke-21 pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pemprov DKI Jakarta telah menutup sementara 126 perusahaan yang melanggar Pergub Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB dalam Penanganan Covid-19. Tribunnews/Irwan Rismawan
Sejumlah pekerja berjalan usai bekerja di perkantoran di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (4/5/2020). Hingga hari ke-21 pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pemprov DKI Jakarta telah menutup sementara 126 perusahaan yang melanggar Pergub Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB dalam Penanganan Covid-19. Tribunnews/Irwan Rismawan (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Bahas PHK saat Corona, Konfederasi KASBI Soroti Kartu Prakerja Tak Sesuai: Sangat Tidak Nyambung

Dikutip TribunWow.com dari YouTube Najwa Shihab, Senin (4/5/2020), Bagus adalah seorang pegawai perusahaan Start-up yang berbasis di Jakarta.

Seperti yang diketahui Jakarta adalah episentrum penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Wilayah Ibu Kota memiliki angka kasus positif dan kematian tertinggi dibanding wilayah lain di Indonesia.

Bagus bercerita karena adanya Covid-19 dirinya terkena PHK sepihak oleh perusahaannya sendiri.

Bahkan, proses PHK tersebut dilakukan hanya melalui chat WhatsApp.

"Belum genap satu bulan saya bekerja, saya sudah terkena dampak dari Corona itu, yaitu adalah PHK sepihak dari atasan saya," paparnya.

"Itu pun hanya melalui chat WhatsApp saja," lanjut Bagus.

Telah berkeluarga dan memiliki tanggungan anak serta istri, Bagus memutuskan untuk banting setir menjadi pengemudi ojek online (ojol).

"Akhirnya saya beralih menjadi ojek online saat itu," ucap Bagus.

Pendapatan setelah menjadi ojol pun tak bisa dibilang banyak.

Paling banyak bagus hanya bisa memperoleh Rp 50 ribu sehari.

"Dampak Corona ini sangat memprihatinkan bagi kami yang notabenenya sehari pun saya paling besar dapat 30 sampai 50 ribu, kadang seharian hanya satu orderan yang saya dapat," tutur Bagus.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/3
Tags:
Virus CoronaCovid-19WhatsApp
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved