Virus Corona
AS Izinkan Penggunaan Remdesivir untuk Penyembuhan Pasien Virus Corona, Ini Penjelasannya
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah mengizinkan penggunaan secara darurat remdesivir
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Rincian lengkap terkait ini belum dipublikasikan, tetapi para ahli mengatakan itu akan menjadi "hasil yang fantastis" jika dikonfirmasi.
Mereka juga mewanti-wanti bahwa remdesivir bukan "peluru ajaib" untuk penyakit ini.
Obat yang mumpuni melawan Covid-19 diyakini akan menyelamatkan nyawa, mengurangi beban rumah sakit, dan memungkinkan pelonggaran karantina wilayah.
• Sindir Anggota DPR yang Work From Home di Tengah Corona, Najwa Shihab: Biasanya Juga Kosong Kan Ya?
Remdesivir pada awalnya dikembangkan sebagai pengobatan Ebola.
Obat itu adalah antivirus yang bekerja dengan menyerang enzim yang dibutuhkan virus agar dapat bereplikasi di dalam sel.
Uji coba dijalankan oleh Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID) AS dan melibatkan 1.063 orang partisipan.
Beberapa pasien diberi obat, sementara yang lain menerima pengobatan plasebo.
Dr Anthony Fauci yang mengapalai NIAID mengatakan: "Data menunjukkan remdesivir memiliki dampak positif yang jelas dan signifikan dalam mengurangi waktu pemulihan."
Dia mengatakan hasilnya membuktikan "obat ini dapat memblokir Virus Corona" dan "membuka pintu kenyataan bahwa kita sekarang memiliki kemampuan untuk mengobati" pasien.
Namun, dampaknya pada kematian masih tidak jelas.
Tingkat kematian mencapai 8% pada orang yang diberi remdesivir dan 11,6% pada mereka yang diberi plasebo, tetapi hasil ini tidak signifikan secara statistik. Artinya para ilmuwan tidak dapat mengetahui apakah perbedaan itu nyata.
Tidak jelas juga siapa yang diuntungkan dengan penggunaan obat ini.
Atau apakah obat itu membuat pasien tidak perlu menerima perawatan intensif?
• Hasil Tes Swab 34 Karyawan Pabrik Sampoerna Positif Corona, Risma Sebut Bukan Klaster Baru
Apakah obat ini bekerja lebih baik pada orang yang lebih muda atau lebih tua?
Atau mereka yang dengan atau tanpa penyakit lain?