Virus Corona
Waspada Gelombang Kedua Penularan Virus Corona, Epidemiolog: Sulit Dihindari, Masih Rawan
Dicky Budiman mengatakan bahwa potensi memasuki fase kedua penularan Virus Corona di Indonesia masih sangat besar.
Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Pakar epidemiologi Dicky Budiman mengatakan bahwa potensi memasuki fase kedua penularan Virus Corona di Indonesia masih sangat besar.
Meskipun, gelombang pertama penularan Covid-19 di Indonesia masih belum dilewati.
Hal itu disampaikan Dicky Budiman dalam wawacara di kanal YouTube metrotvnews, Senin (20/4/2020) melalui sambungan skype.

• Kriminalitas Meningkat saat Wabah Corona, Reza Indragiri Soroti Keputusan Menkumham: Seberapa Jauh?
Sedangkan untuk puncak penularannya sendiri, Covid-19 di tanah air masih diperkirakan baru akan mencapai puncaknya pada Mei mendatang.
Meski demikian prakiraan tersebut masih berpotensi bergeser sejalan dengan data yang tervalidasi dan yang ter-update.
"Untuk Indonesia tentu kita masih tahap gelombang pertama, dan puncak pun seperti banyak diperkirakan, diperkirakan awal Mei."
"Walaupun itu juga bisa bergeser karena banyak data yang harus kita validasi dan update."
Dicky mencontohkan negra seperti China, Singapura, dan Korea yang sukses melewati gelombang penularan pertama kini tengah memasuki gelombang kedua.
Untuk itu, Indonesia meski bekerja lebih ekstra dan terus waspada dalam penangan wabah tersebut.
Ia mengatakan bahwa Indonesia saat ini harus terus berupaya dan tetap fokus untuk melakukan pelandaian kurva di gelombang pertama.
Hal itu tentunya dilakukan dengan cara peningkatan cakupan tes dan tracing yang sigap.
• Jepang Kewalahan Tangani Lonjakan Pasien Corona, Ambulans Sampai Ditolak di 80 Rumah Sakit
• Nangis Cerita Kehidupannya, Pemulung Ini Pernah Tak Makan 2 Hari karena Corona: Ada Garam, Ya Garam
"Untuk sebagaimana kita ketahui untuk China, Singapura, Taiwan dan Korea mereka sudah melewati gelombang pertama, dan saat ini mereka dalam posisi munculnya serangan gelombang kedua," ujarnya mencontohkan.
"Belum, dan kita masih harus berupaya tetap fokus pada upaya di gelombang pertama dan mudah-mudahan kita bisa melakukan pelandaian kurva tentu dengan peningkatan cakupan tes, deteksi dan tracing dari penderita Virus ini," tambahnya.
Menurut Dicky, datangnya gelombang kedua penuklaran wabah ini adalah sesuatu yang sulit dihindari.
Pasalnya, sebagai virus yang memiliki angka reproduksi dasar di atas 1, Covid-19 akan terus memberi petonsi untuk menularkan.