Virus Corona
Waspada Gelombang Kedua Penularan Virus Corona, Epidemiolog: Sulit Dihindari, Masih Rawan
Dicky Budiman mengatakan bahwa potensi memasuki fase kedua penularan Virus Corona di Indonesia masih sangat besar.
Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Apalagi wabah ini berupakan pandemi baru di mana manusia belum memiliki imunitas atasnya.
Untuk itu, satu wilayah yang masih rawan dan belum memiliki imunitas masih memiliki potensi besar untuk memasuki gelombang penularan berikutnya.
"Dan yang perlu dipahami bahwa yang namanya gelombang kedua ini memang sesuatu yang sulit dihindari,"terang Dicky.
"Karena selama penyakit Covid-19 ini memiliki basic reproduction number atau RO di atas 1 dia akan terus memberi potensi untuk menularkan."
"Dan karena ini penyakit baru sebagian besar dari populasi memang tidak memiliki imunitas, artinya mereka rawan," lanjutnya.
"Sehingga semakin banyak di daerah atau di negara tersebut masih rawan belum memiliki imunitas terhadap Covid-19, ya semakin besar terjadinya potensi serangan baik gelombang kedua maupun gelombang berikutnya," tandasnya.
• Soal Transparansi Data Corona Indonesia, Epidemiologis Inggris: Hati-hati saat Anda Lihat Semuanya
Simak videonya mulai dari menit ke 00.25:
Epidemiolog UI Prediksi Penyebaran Covid-19 Memuncak pada Bulan Ramadan
Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono memprediksi persebaran Virus Corona di tanah air akan mencapai puncaknya pada bulan Ramadan mendatang.
Hal itu disampaikan Pandu Riono dalam Satu Meja The Forum di kanal Kompas TV, Rabu (15/4/2020) melalui sambungan Skype.
Prediksi tersebut berdasarkan pada semakin tingginya intensitas test yang telah dijalankan pemerintah.

Selain itu intensitas PSBB yang dilakukan suatu daerah juga bisa menjadi dasar prakiraan angka tertinggi penularan Covid-19 di Indonesia.
Asumsinya, apabila angka tertinggi itu bisa segera diketahui, maka tugas untuk segera menurunkan angka penularan tersebut akan semakin efektif.
"Epidemi ini memuncak, dengan kita sekarang sudah moderat maksudnya dengan intensitas dengan PSBB dan test sudah mulai meningkat itu di harapkan pada waktu di bulan Ramadan itu akan mulai meningkat tinggi," ujar Pandu Riono.
Di samping itu, apabila nanti di bulan Ramadan Covid-19 ini benar-benar mencapai angka tertingginya, maka akan segera bisa dirunkan dan menghindari angka penularan maksimal yang ditakutkan yaitu 1 juta kasus.
"Kemudian dan kalau terus intensitasnya benar-benar selama bulan Ramadan meningkat, bisa kita turunkan tidak terjadi seperti yang kita takuti mendekati 1 juta," tambahnya.