Virus Corona
Panik Tetangga Diisukan Meninggal karena Corona, Satu Keluarga di Minahasa Utara Kabur ke Hutan
Satu keluarga dari Desa Winetin, di Minahasa Utara, Sulawesi Utara, mengungsi ke hutan untuk menghindari Virus Corona.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
"Karena kita pikir virus ini adalah virus yang berbahaya, jadi kita ambil keputusan bersama istri 'Ayo kita menghindar dari sini kita ke hutan saja'," imbuhnya.
Selama tinggal di hutan Elly dan keluarga bertahan dengan merebus umbi-umbian yang didapat dari dalam hutan.
Mereka juga memancing bersama di sungai untuk mendapatkan ikan yang dapat disantap sebagai lauk.
"Kalau malam istri sama anak itu menderita karena banyak nyamuk kan, terus dingin, kita hanya beratap dengan terpal sama baliho," kata Elly menggambarkan.
Setelah empat hari tinggal di hutan, Elly mendapat informasi hasil pemeriksaan tetangganya yang meninggal dunia adalah negatif Virus Corona.
Ia dan keluarga pun kembali ke rumah dan melanjutkan aktivitasnya sehari-hari.
Mereka membuka kembali toko kelontong yang selama ini menjadi mata pencaharian utama keluarganya.
Namun Elly menyatakan warungnya makin sepi dari pembeli setelah adanya isu Virus Corona tersebut.
• Waspada, Asap Vape Disebut Bisa Tularkan Virus Corona, Ini Penjelasan Pakar Otolaringologi Stanford
Lihat tayangan selengkapnya dari menit pertama:
Polisi Minahasa Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19
Sementara itu, seorang anggota polisi yang juga berasal dari Minahasa Utara, Sulawesi Utara, menunjukkan empatinya kepada korban Covid-19.
Ia adalah Bripka Jerry Tumondo, yang dengan berani mau memakamkan jenazah pasien terpapar Covid-19 saat tidak ada petugas atau warga yang bersedia melakukan prosesi penguburan tersebut.
Ia bersama sejumlah orang lainnya, membantu memakamkan jenazah yang telah terlantar selama 2 jam di dalam mobil ambulans.
Bripka Jerry menjadi orang pertama yang berinisiatif untuk turun tangan langsung dan mengatasi rasa takutnya meski sempat dilarang oleh atasannya.
Dilansir tayangan Mata Najwa, Rabu (15/4/2020), Jerry menceritakan kronologi kejadian dimana ia dengan sukarela membantu memakamkan jenazah pasien terpapar Virus Corona tersebut.