Breaking News:

Terkini Nasional

Curiga Ruang Guru Aji Mumpung, Refly Harun Minta Belva Mundur dari Stafsus: Tak Perlu Tanya Presiden

Refly Harun menjelaskan bagaimana Belva harus mengambil satu pilihan, antara Stafsus, atau Ruang Guru.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
Kolase (Instagram/@reflyharun, (Instagram/@belvadevara)
Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun (kiri), dan Stafsus Milennial Presiden sekaligus CEO Ruang Guru Adamas Belva Syah Devara (kanan). 

Kekhawatiran Refly selanjutnya adalah adanya kemungkinan apabila Ruang Guru berperforma buruk, tidak ada pihak yang berani melaporkan hal tersebut, karena jabatan Belva sebagai Stafsus.

"Jadi sekali lagi, saya beberapa kali mengatakan jadi pejabat itu enak, nah ini bagian dari tidak enaknya," kata Refly.

"Tidak enaknya adalah kalau kita punya usaha, dan kita punya jabatan, apalagi itu jabatan penting."

"Kita tidak bisa seenaknya mengambil proyek pemerintah."

"Mau terlibat, tidak terlibat sebaiknya harus dihindarkan mengambil proyek-proyek pemerintah," tambahnya.

Tak Takut, Cleaning Service RS Ini Justru Suka Ajak Pasien Corona Bercanda: Biar Mereka Sepat Sembuh

Putuskan Mundur atau Lanjut

Refly lalu menjelaskan solusi untuk Belva.

Ia mempersilahkan Belva untuk menentukan satu pilihan.

Apabila ingin terus menjadi Stafsus maka jangan pernah mengambil proyek dari pemerintah.

Refly Harun menjelaskan bagaimana Belva harus mengambil satu pilihan, antara Stafsus, atau Ruang Guru, Jumat (17/4/2020).
Refly Harun menjelaskan bagaimana Belva harus mengambil satu pilihan, antara Stafsus, atau Ruang Guru, Jumat (17/4/2020). (Instagram/@reflyharun)

Sedangkan pilihan kedua adalah apabila masih ingin berbisnis secara bebas, maka harus mundur dari jabatan Stafsus.

"Terakhir dari saya, pilihannya Anda mundur sebagai staf khusus, dan tetap berbisnis secara as usual, tidak akan ada conflict of interest," kata Refly.

"Atau Anda tetap menjadi staf khusus, tetapi perusahaan Anda tidak mengambil proyek pemerintah, karena itu akan memungkinkan terjadinya conflict of interest."

Refly juga menambahkan agar Belva mengambil keputusannya sendiri, tanpa perlu konsultasi dengan Presiden Jokowi.

"Tidak sulit pilihannya. Tinggal Anda (Belva Devara) sendiri yang memutuskan, dan tidak perlu ditanyakan kepada siapa pun, termasuk kepada Presiden Jokowi," kata dia.

"Karena bisa jadi hal tersebut justru membuat Presiden berada dalam posisi dilema," tandasnya.

Jawaban Polos Bocah 9 Tahun soal Motivasi Sumbangkan Celengan demi APD: Karena Lihat Berita di TV

Belva Jawab Tudingan Aji Mumpung
Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Refly HarunKartu PrakerjaRuang GuruJokowiAdamas Belva Syah Devara
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved