Terkini Nasional
Curiga Ruang Guru Aji Mumpung, Refly Harun Minta Belva Mundur dari Stafsus: Tak Perlu Tanya Presiden
Refly Harun menjelaskan bagaimana Belva harus mengambil satu pilihan, antara Stafsus, atau Ruang Guru.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun mengomentari soal keterlibatan Ruang Guru menjadi mitra resmi program Kartu Pra Kerja pemerintah.
Ia menyoroti posisi Adamas Belva Syah Devara sebagai Staf Khusus (Stafsus) Milennial Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sekaligus sebagai CEO dari Ruang Guru.
Refly meminta agar Belva hanya memilih satu kepentingan, perusahaan, atau posisi Stafsus Milennial.

• Buruh Pabrik Tersenyum saat Ditanya Kehidupan Pasca Dirumahkan karena Corona: Mau Gimana Lagi
Dikutip dari unggahan akun Instagram resmi @reflyharun, Jumat (17/4/2020), awalnya ia membahas betapa pentingnya struktur pemerintahan yang bersih.
"Tapi yang potensial adalah mengenai good governance, dan clean governance, tata kelola pemerintahan yang baik dikaitkan dengan azas-azas umum pemerintahan yang baik," kata Refly.
"Inilah yang kadang-kadang sering tidak kita sadari, ketika kita berada atau direkrut dalam inner circle (lingkar dalam) kekuasaan," lanjutnya.
Refly mengatakan ada kemungkinan seseorang masuk ke dalam lingkar kekuasaan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak.
Namun ia meluruskan bahwa dirinya tidak menuduh Belva menjadi Stafsus demi kepentingannya sendiri.
"Mungkin juga niat awalnya itu memang memanfaatkan kekuasaan untuk memperbesar link bisnis, tapi saya tidak ingin menuduh hal seperti itu," ujarnya.
"Saya anggap bahwa dia punya niat yang baik."
Tetapi saat ini Refly memandang ada potensi konflik kepentingan karena Ruang Guru telah menjadi mitra program Kartu Prakerja.
Refly mengatakan bahwa idealnya, ketika seseorang menjadi pejabat pemerintahan, seharusnya perusahaan mereka tidak mengambil proyek pemerintah.
"Ketika kita menjabat di inner circle kekuasaan, dan kita punya ada perusahaan, pastikan perusahaan kita itu tidak mengambil proyek pemerintah," terangnya.
Ia pun turut membantah pembelaan Belva bahwa Ruang Guru dipilih secara independen.
Menurutnya pada kenyataannya tidak ada yang tahu apakah ada pihak yang mempengaruhi kebijakan sehingga Ruang Guru terpilih menjadi mitra pemerintah.