Virus Corona
Klaim Air Laut Bisa Cegah Corona, Warga Mandi Massal di Pantai, Kasatpol PP Manado: Tak Mau Bubar
Kepala Satuan (Kasat) Polisi Pamong Praja Manado Yohanis Waworuntu mengatakan, ada debat cukup keras antara aparat dan warga yang mandi di pantai.
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Video warga yang ramai-ramai mandi di pantai di tengah pandemi Virus Corona menjadi sorotan publik.
Diketahui, hal tersebut terjadi di Pantai Manado, Provinsi Sulawasi Utara.
Warga yang mengklaim bahwa air laut bisa mencegah Covid-19 tampak tak terima saat dibubarkan Satopol PP.
Kepala Satuan (Kasat) Polisi Pamong Praja (Pol PP) Manado Yohanis Waworuntu mengatakan, ada debat cukup keras antara aparat dan warga.
"Sebagaimana dari penyampaian saudara Indra yang berbaju hijau muda dan Pade yang telanjang dada bertato sebagaimana yang dalam video, diskusi cukup keras karena mereka tetap ngotot tidak mau dibubarkan," kata Yohanis Senin (13/4/2020).
• Pertanyakan Jalan Keluar Wabah Corona, Karni Ilyas Soroti Nasib Warga Miskin: Mereka Makannya Apa?
Lanjutnya, adapun alasan mereka bahwa air laut adalah obat Virus Corona.
Dia mengaku tak tahu warga mendapat informasi dari mana sumbernya.
"Barusan kami ikut video conference bersama Wali Kota, Wakil Wali Kota dan perangkat daerah dan semua stekholder yang ada di Manado."
"Kadis kesehatan mengatakan kalau yang dikatakan Indra dan rekannya itu, tidak ada suatu penelitian, bahwa air laut bisa membunuh Covid-19," ucapnya.
Pihaknya meminta kepolisian menindak tegas warga yang berkumpul d itengah pandemi Covid-19, seperti yang terjadi di Jangkar Sandar, Kota Manado Minggu (12/4/2020).
Ia berharap polisi tindak tegas pelaku sudah memicu dan memprovokasi, sementara dalam maklumat Kapolri tidak dibenarkan.
Itu untuk supaya ada efek jera, agar siapapun tidak ada lagi yang membuat hal seperti itu.
"Karena perkumpulan seperti itu bisa membahayakan banyak orang, di tengah akan memutus mata rantai penyebaran Covid-19," tutupnya.
Warga Mandi Massal di Pantai Manado
Video viral warga mandi massal di Pantai Kota Manado, Sulawesi Utara, menjaid viral di media sosial.