Virus Corona
Klaim Air Laut Bisa Cegah Corona, Warga Mandi Massal di Pantai, Kasatpol PP Manado: Tak Mau Bubar
Kepala Satuan (Kasat) Polisi Pamong Praja Manado Yohanis Waworuntu mengatakan, ada debat cukup keras antara aparat dan warga yang mandi di pantai.
Editor: Lailatun Niqmah
Aksi warga Manado itu terjadi pada Minggu (12/04/2020) siang.
Mereka pun ditegur di satpol PP dan pihak kepolisian tapi tak diindahkan. Mereka malah berdebat dengan petugas.
Video ini menjadi viral dan disoroti karena di tengah upaya pencegahan Virus Corona.
Pemerintah dan masyarakat sepakat untuk melakukan aksi jaga jarak dan tinggal di rumah.
Sehingga video ini dengan menjaid viral di media sosial.
Dalam video itu terekam adegan ketika warga yang masih dalam keadaan basah usai mandi pantai, terlibat adu mulut dengan petugas Sat Pol PP Manado.
• Cerita Bripka Jerry Tumondo Ditelepon Kapolri karena Bantu Kubur Pasien Corona: Siap Jenderal
Aksi berbodong-bodong warga dari anak-anak, remaja, pemuda hingga orang tua mandi di Pantai Kawasan Mega Mas Manado, persisnya di lokasi tambatan perahu, dekat Jangkar Sandar, Kota Manado, Minggu (13/4/2020)
John Pade, Warga Tituwungen membeberkan soal persoalan itux ia juga turut merekam kejadian itu.
John menyampaikan, ini hanya salah paham saja. Harusnya lebih digiatkan lagi sosiliasasi ke warga.
Masalah ini pun sudah berhasil dinetrelisir setelah Polsek Sario turun ke lokasi menangani perselisihan warga dan Sat Pol PP.
Adapun lokasi di kawasan Mega Mas itu merupakan lokasi 'daseng' atau tempat tambatan perahu nelayan, sudah sejak lama ketika teluk Manado direklamasi.
Selain jadi tempat perahu, jadi juga tempat permandian umum warga setempat, termasuk sesekali jadi tempat menjajakan ikan segar hasil tangkapan warga.
Kepala Satuan Pol PP Kota Manado, Johanis Waworuntu mengungkapkan, pihaknya sudah berupaya mencegah aksi ini.
Ketimbang aksi mandi pantai biasa, malah yang nampak sebagai bentuk perlawanan kepada aparat yang mencoba mengimbau warga.
"Kami sudah imbau, ada Polisi, Pol PP, cegah oenyebaran covid harus social distancing, jangan berkerumum, tapi sebenarnya bukan mereka tidak mengerti, tapi tidak mau mengerti," ujar Waworuntu ketika dikonfirmasi tribunmanado. co. id, Senin (13/4/2020).